Pikiran Rakyat
USD Jual 14.032,00 Beli 14.130,00 | Sedikit awan, 23.1 ° C

Hanya 1,2 Persen Sarjana Teknik di Indonesia yang Bekerja Sesuai Bidangnya

Satrio Widianto
Perkuliahan.*/CULT OF PEDAGOGY
Perkuliahan.*/CULT OF PEDAGOGY

JAKARTA, (PR).- Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni) Fakultas Teknik Cindar Hari Prabowo menyebut, pada 2018, Indonesia memiliki 750.000 orang bergelar Sarjana Teknik atau insinyur profesional. Namun, hanya 9.000 orang atau 1,2 persen dari angka itu yang bekerja sesuai dengan bidang keilmuannya.

"Di Universitas Indonesia juga lulusannya banyak yang bekerja di luar bidang. Katakanlah, dari 10 lulusan, hanya 3 atau 4 yang bekerja sesuai bidangnya. Banyak yang bekerja di bank, jadi wartawan, danl lain-lain," kata Cindar Hari Prabowo di Jakarta, Jumat 8 November 2019.

Sebagai salah satu fakultas terbesar dan tertua di Universitas Indonesia, Fakultas Teknik merasa terpanggil untuk melakukan program edukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia akan penting dan menariknya kehidupan dan profesi “tukang insinyur”.

Stres/CANVA

"Kami akan berkunjung ke beberapa SMA untuk memberi penjelasan bahwa kuliah di jurusan teknik tidak susah, malah menarik. Diharapkan, minat anak-anak sekolah kembali meningkat untuk berkuliah di jurusan teknik. Apalagi, ini penting bagi Indonesia yang terus membangun," ujarnya.

Fakultas Teknik Universitas Indonesia terus berkomitmen meningkatkan kontribusi kepada masyarakat.

Dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke-55, Fakultas Teknik Universitas Indonesia bersama Ikatan Alumni Fakultas Teknik Universitas Indonesia menggelar Pameran Produk Riset Inovasi Unggulan Fakultas Teknik UI di Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan pada 7-10 November 2019, dengan harapan dapat meningkatkan minat generasi muda terhadap teknologi dan profesi perekayasa.

“Selain menyelenggarakan program-program pendidikan yang dibutuhkan masyarakat dan dilaksanakan dengan metode-metode pembelajaran terkini, Fakultas Teknik Universitas Indonesia juga mengedepankan riset-riset yang adaptif dan solutif terhadap permasalahan bangsa dan membawanya ke tengah masyarakat,” kata Cindar.

Menurut Cindar, insinyur, dalam penyebutan sehari-hari, adalah setiap orang yang memiliki profesi dalam berbagai bidang keteknikan.

“Tugas para insinyur adalah merekayasa solusi terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi dengan menggunakan pendekatan ilmiah dan teknologi,” ujarnya.***

Bagikan: