Pikiran Rakyat
USD Jual 14.032,00 Beli 14.130,00 | Sedikit awan, 23.1 ° C

Asah Kemampuan Sosial Lewat Belajar Sehari di Luar Kelas

Catur Ratna Wulandari
SISWA SMK Negeri 13 Bandung bermain di lapangan sekolah mengikuti program Sehari Belajar di Luar Kelas, Kamis, 7 November 2019. Sehari di Luar Kelas atau Outdoor Classroom Day merupakan gerakan global untuk belajar dan bermain di luar kelas.*/CATUR RATNA WULANDARI/PR
SISWA SMK Negeri 13 Bandung bermain di lapangan sekolah mengikuti program Sehari Belajar di Luar Kelas, Kamis, 7 November 2019. Sehari di Luar Kelas atau Outdoor Classroom Day merupakan gerakan global untuk belajar dan bermain di luar kelas.*/CATUR RATNA WULANDARI/PR

BANDUNG, (PR).- Siswa tidak hanya dituntut untuk menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan akademis. Mereka juga harus mengasah kemampuan sosialnya. Lewat program Sehari Belajar di Luar Kelas, siswa diberi kesempatan untuk mengasah kemampuan sosialnya.

Di SMK Negeri 13 Bandung, selama sehari penuh siswa beraktivitas di luar kelas. Mereka melakoni berbagai kegiatan, mulai dari berolah raga, berkesenian, dan menjajal berbagai permainan tradisional.

Kepala Sekolah SMK Negeri 13 Bandung Ino Soprano mengatakan, siswa selama ini sudah disibukkan dengan berbagai ativitas akademik. Mereka menghabiskan sekitar 10 jam sehari untuk beraktivitas di kelas dan laboratorium. Semua aktivitas itu untuk memenuhi kompetensi siswa SMK dari dimensi pengetahuan dan keterampilan.

"Di kurikulum SMK ada standar kompetensi lulusan. Ada dimensi ilmu pengetahuan dan ada dimensi sikap. Sikap ini terdiri dari sosial dan relijius. Setiap hari mereka dapat tambahan pengetahan dan keterampilan. Tapi kalau sikap ini yang kurang," tuturnya ditemui di sela-sela penyelenggaraan Sehari di luar Kelas SMK Negeri 13 Bandung, Kamis, 7 November 2019.

Oleh karenanya, kegiatan Sehari Belajar di Luar Kelas ini dimanfaatkan untuk mengasah keterampilan sosial. Siswa diberi keleluasaan untuk bersosialisasi.

"Mereka ditarik ke luar. Biasanya mereka serius praktik di laboratorium. Kegiatan semacam ini jadi penyeimbang," ujarnya.

Siswa diajak keluar dari rutinitas dan menghilangkan kejenuhan yang rentan terjadi pada proses pengajaran. "Setelahnya mereka bisa memulai aktivitas lagi dengan lebih segar. Ujung-ujungnya prestasi belajarnya jadi lebih baik lagi," katanya.

Sehari Belajar di Luar Kelas atau Outdoor Classroom Day  merupakan gerakan global untuk belajar dan bermain di luar kelas. Pada tahun 2018, kegiatan ini diikuti sekitar 3,5 juta anak di lebih dari 100 negara. Tahun ini, serentak pada Kamis, 7 November 2019, pelajar kembali diajak bermain dan belajar tanpa dibatasi ruang.

Pembelajaran di luar kelas dipercaya mampu meningkatkan kesehatan, keterikatan dengan lingkungan. Bermain menjadi media untuk menguasai keterampilan berpikir kritis, bekerja dalam tim, mengasah kreativitas, dan utamanya menikmati masa kanak-kanak.***

Bagikan: