Pikiran Rakyat
USD Jual 14.032,00 Beli 14.130,00 | Sedikit awan, 21.8 ° C

Kota Bandung Dapat Kuota 868 Formasi CPNS, 70 Persen untuk Guru

Tim Pikiran Rakyat
ILUSTRASI.*/CANVA
ILUSTRASI.*/CANVA

BANDUNG, (PR).- Kota Bandung mendapat kuota 868 formasi seleksi CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) di lingkungan Pemerintah Kota Bandung untuk tahun anggaran 2019.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kota Bandung Yayan Ahmad Brillyana menuturkan, 70 persen dari total formasi CPNS Kota Bandung dikhususkan untuk tenaga guru.

Pemkot Bandung menyisihkan masing-masing 15 persen untuk tenaga kesehatan dan tenaga teknis.

"Formasi garis besarnya, 70 persen untuk tenaga guru karena PNS yang memasuki batas pensiun di Kota Bandung paling banyak adalah guru," kata Yayan dalam wawancara yang disiarkan Radio PRFM, Selasa 29 Oktober 2019.

Kuota formasi CPNS di lingkungan Pemkot Bandung mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu. Namun, kuota formasi tahun ini masih jauh dari permintaan Pemkot Bandung kepada Pemerintah Pusat.

"Sebenarnya kami mengusulkan 1.100 formasi untuk PNS dan 300 formasi untuk PPP3K di Kota Bandung. Namun, yang diakomodasi Pemerintah Pusat hanya untuk PNS dengan kuota formasi sebanyak 868," ucap Yayan.

Kuota PNS guru honorer belum terpenuhi

Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan kuota pengangkatan PNS dari guru honorer hingga saat ini belum terpenuhi.

"Kita sebenarnya sudah ada kuota 156.000 untuk tahun 2019," kata Muhadjir di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 24 Oktober 2019.

Muhadjir Effendy menjelaskan, sudah ada seleksi penyaringan guru honorer untuk menjadi ASN dan sudah ditetapkan siapa saja yang memenuhi syarat.

"hanya, kuota yang kami usulkan ke Kemenpan-RB tidak bisa dipenuhi oleh guru honorer," katanya kepada Antara.

Muhadjir Effendy menyebut, alasan belum tercapainya kuota itu antara lain karena beberapa daerah tidak mau mengusulkan.

"Selain itu, ada dari mereka yang ikut tes tidak semuanya lulus karena memang semuanya harus ikut tes," kata Muhadjir Effendy tanpa menyebut berapa yang sudah lolos dan berapa kekurangannya dari kuota yang ditetapkan.

Muhadjir Effendy mengatakan, Pemerintah Pusat tetap mengupayakan adanya pengangkatan guru honorer menjadi PNS setiap tahunnya.

"Kami usahakan setiap tahun, nanti akan ada jatah untuk tes masuk baik melalui jalur CPNS atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja,” ujarnya.***

Bagikan: