Pikiran Rakyat
USD Jual 14.039,00 Beli 14.137,00 | Cerah berawan, 26.6 ° C

Diteruskan, Program  Lulus 7 Tahun dari S-1 hingga Doktor

Dhita Seftiawan
Ilustrasi.*/REUTERS
Ilustrasi.*/REUTERS

 JAKARTA, (PR).- Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi akan melanjutkan program pendidikan magister menuju doktor untuk sarjana unggul (PMDSU) hingga 5 tahun ke depan. Pasalnya, program tersebut dinilai efektif dan efisien dalam upaya mengejar ketertinggalan mutu sumber daya manusia.

PMDSU merupakan skema beasiswa percepatan studi S-2 sekaligus S-3 selama empat tahun masa studi di perguruan tinggi terbaik dalam negeri. Dengan skema tersebut, peserta PMDSU akan mendapat gelar doktor dalam kurun 7 tahun.

“S-1 bisa tiga tahun, S-2 dua tahun, dan S-3 dua tahun. Ini luar biasa, tanpa mengurangi mutu akademis lulusannya. Buktinya, peserta dan lulusan PMDSU sudah mampu menghasilkan 547 lebih publikasi internasional. Mereka menjadi doktor dengan rata-rata usia 30 tahun,” kata Menristekdikti Mohamad Nasir di Kantor Kemenristekdikti, Jakarta, Rabu 16 Oktober 2019.

Hingga 9 September 2019, 547 publikasi telah dihasilkan oleh 211 mahasiswa PMDSU dan 133 promotor. Adapun dari PMDSU Batch III, publikasi terbanyak sementara diraih oleh Alexader Patera Nugraha (Unair) dengan 22 publikasi. Kemudian disusul oleh Putri Cahaya Situmorang (USU), R. Joko Kuncoro (Unair), dan Suhailah (Unair) masing-masing dengan 5 publikasi.

"Untuk mewujudkan SDM unggul, Indonesia maju, kita memerlukan inovasi-inovasi pada pendidikan. Salah satunya, yaitu melalui PMDSU. Para mahasiswa PMDSU ini adalah anak-anak bangsa yang bertalenta. Dan kami akan melakukan beragam program terobosan lain untuk mencari talenta-talenta terbaik," kata Nasir

PMDSU sebagai bagian dari pengembangan manajemen talenta. Para mahasiswa PMDSU ini diharapkan dapat menjadi agent of innovation. Kemenristekdikti, ke depan juga memiliki beberapa cara lain untuk percepatan pembangunan SDM melalui program talent scouting.

Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti Kemenristekdikti Ali Ghufron Mukti menambahkan, PMDSU menjadi terobosan untuk melahirkan dosen dan peneliti unggul masa depan. Para peserta PMDSU menerima beasiswa di 11 perguruan tinggi pengampu program.

"Kita membutuhkan dosen muda karena dengan adanya perkembangan teknologi dan informasi yang pesat, dosen millennial ini akan lebih mudah untuk beradaptasi. Di sisi lain, banyak pula dosen yang mulai pensiun. Namun untuk regenerasi dosen, kita masih memiliki tantangan, terutama pada peningkatan kualifikasinya,” kata Ghufron.***

Bagikan: