Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Badai petir, 27.5 ° C

Miris, Guru Ngaji Cuma Dapat Uang Ikhlas Rp 5 Ribu/Bulan

Tim Pikiran Rakyat
ILUSTRASI belajar mengaji.*/DOK. PR
ILUSTRASI belajar mengaji.*/DOK. PR

SERANG, (PR).- Program pemberian insentif bagi guru ngaji grabadan, hingga saat ini masih belum terealisasi. Padahal, mereka sudah menaruh harapan besar atas program kesejahteraan guru ngaji yang diprogramkan oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang. Rencananya, guru ngaji, marbot masjid, pemandi jenazah hingga ketua RT dan RW akan mendapat honor dari Pemerintah Kota (Pemkot) Serang.

Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan Umum Kelurahan Kasunyatan, Tuti Sumiyati mengatakan, guru grabadan saat ini masih dibayar dengan seikhlasnya oleh masyarakat. Khususnya orangtua yang menitipkan anaknya untuk belajar mengaji. "Belum dapat dari pemerintah. Kalaupun ada, itu paling yang ngasih Rp 5.000 atau Rp 10.000 perbulan. Dan mereka pun tidak meminta, malu katanya kalau minta," katanya, Sabtu 11 Oktober 2019.

Ia mengatakan, saat ini guru grabadan yang ada di Kelurahan Kasunyatan, masing-masing memiliki 50 anak didik. Sedangkan, guru ngajinya ada sekitar 10 orang dari 5 RW. Kemudian, para guru yang disambanginya pada saat itu, mengaku tidak meminta banyak. Cukup dengan hasil anak didik mereka yang bisa membaca huruf hijaiyah dan kadeudeuh seikhlasnya.

"Yang penting prinsip para guru ngaji itu, anak-anak bisa mengenal huruf hijaiyah dan mampu mengaji. Mereka juga memang tidak meminta banyak, kalau memang ada syukur, kalau engga ada ya diterima. Tapi mereka juga berharap janji dari pemkot bisa terealisasi," ucapnya kepada wartawan Kabar Banten, Rizki Putri.

Tuti juga cukup merasa miris dengan kondisi guru ngaji tersebut. Sebab, rata-rata dari mereka hanya mengandalkan dari uang ikhlas para orangtua. Ia juga mengatakan, padahal, mereka berjuang untuk membangun generasi yang memahami al-Quran dengan baik.

Generasi Qurani

"Miris dan sedih saya melihat beliau-beliau ini. Padahal mereka berjuang untuk mendidik dan mencetak generasi muda yang Qurani. Mereka ini juga menaruh harapan pada janji pemkot untuk bisa mensejahterakan mereka. Tapi Pak Wali dan Pak Wakil Wali Kota Serang sudah memikirkan. Insya Allah tahun depan katanya mereka akan mendapatkan honor," ujarnya.

Sementara, seorang guru ngaji grabadan Karnadi mengatakan, sebelumnya tidak pernah ada yang datang mengunjungi para guru ngaji. Baik dari Pemerintahan Kota Serang, maupun dari kantor Kelurahan Kasunyatan sendiri. Ia pun merasa senang dan diperhatikan, pada saat dikunjungi oleh pihak kelurahan. 

"Alhamdulillah, kami sudah dikunjungi oleh pihak kelurahan dan bercerita kalau ini pertama kali kami dikunjungi oleh perwakilan dari pemerintah. Kami juga tidak meminta banyak dari pemerintah, cukup diperhatikan dan tunaikan saja janjinya," ucapnya.

Sedangkan, seorang ustadzah yang juga guru ngaji Sopiah mengatakan hal demikian. Ia berharap, Pemkot Serang dapat benar-benar merealisasikan janji untuk memberikan kesejahteraan bagi para guru ngaji grabadan. 

"Semoga janjinya dapat segera direalisasikan. Dengan begitu, kami pun merasa diperhatikan dan diakui keberadaannya. Apalagi kalau benar-benar diperhatikan kesejahteraannya," katanya.***

Bagikan: