Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Badai petir, 27.5 ° C

Untuk Sukses, Mahasiswa Harus Kerja Keras dan Berjuang dengan Ikhlas

Sarnapi
KEPALA Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL-Dikti) Jabar dan Banten, Iman Suherman (paling kiri) saat memberikan penjelasan ekalan kepada para mahasiswa baru Unfari di aula LPTQ Jabar, Sabtu, 12 Oktober 2019.*/SARNAPI/PR
KEPALA Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL-Dikti) Jabar dan Banten, Iman Suherman (paling kiri) saat memberikan penjelasan ekalan kepada para mahasiswa baru Unfari di aula LPTQ Jabar, Sabtu, 12 Oktober 2019.*/SARNAPI/PR

BANDUNG, (PR).- Para mahasiswa yang jumlahnya hanya 30 persen dari warga Indonesia harus kerja keras dan berjuang dengan ikhlas untuk meraih kesuksesan. Rasa ikhlas harus diutamakan karena perjuangan akan banyak hambatan dan tantangan sehingga perlu sikap menerima.

"Keberhasilan bukan ditentukan orang kampung atau orang kota. Saya dan Pak Sali Iskandar sebagai pembina Yayasan Al Ghifari adalah orang kampung dari Garut Selatan," kata Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL-Dikti) Jabar dan Banten, Uman Suherman, saat pembinaan mahasiswa baru Universitas Al-Ghifari (Unfari), Sabtu, 12 Oktober 2019. 

Dia menambahkan, dari 10 orang di Indonesia, maka hanya tiga orang yang pernah kuliah dan tujuh orang hanya berpendidikan SMA ke bawah.

"Sedangkan di Korea Selatan dari 10 orang warganya, maka sembilan orang adalah berpendidikan perguruan tinggi. Tentu SDM yang baik mutunya akan bisa mendorong kemajuan bangsa," katanya.

Dia menambahkan, sebagai kalangan terdidik membuat mahasiswa harus bisa berjuang dan bekerja dengan cerdas. "Mahasiswa harus menunjukkan dirinya sebagai kalangan terdidik, bukan sombong dengan statusnya. Kesuksesan bukan hanya ditentukan kuliah melainkan juga doa kedua orangtuanya," katanya dalam acara dibuka Rektor Unfari, Dindin Hafidudin.

Uman mencontohkan doa dari ibunya hanya berpendidikan sekolah rakyat (SR), namun selalu mendorongnya dengan doa. "Alhamdulillah meski saya dari keluarga kampung, namun akhirnya bisa dapat beasiswa selama belajar di Sekolah Pendidikan Garut (SPG) bahkan saat kuliah di IKIP Bandung (kini UPI Bandung) juga dapat beasiswa. Bahkan beasiswa kuliah dari berbagai sumber sehingga melebihi biaya kuliah dan kebutuhan sehari-hari, sehingga saya beli TV berwarna untuk ditonton warga satu RT di kampung tahun 1980-an," kata pria asal Cisurupan, Garut ini.

Sedangkan Dindin Hafidudin mengatakan, penerimaan mahasiswa baru sebanyak 650 orang ini diisi dengan pembekalan dari Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum. "Diharapkan pembekalan kepada mahasiswa baru ini lebih membentuk karakter mahasiswa baru agar memiliki sikap yang baik selama kuliah," ujarnya.***

Bagikan: