Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Umumnya cerah, 24.2 ° C

Oh, Ini Namanya Keremes?

Sarnapi
PARA siswa SD Assalaam Kota Bandung mencicipi jajanan tradisional khas Sunda yang jarang ditemuinya dalam acara "Ngamumule Budaya Sunda" di sekolahnya, Rabu, 9 Oktober 2019.*/SARNAPI/PR
PARA siswa SD Assalaam Kota Bandung mencicipi jajanan tradisional khas Sunda yang jarang ditemuinya dalam acara "Ngamumule Budaya Sunda" di sekolahnya, Rabu, 9 Oktober 2019.*/SARNAPI/PR

KEBINGUNGAN nampak terlihat di wajah seorang siswa kelas II-C SD Assalaam Kota Bandung. Siswa bernama Malikul Mulk Hairudin kebingungan saat diminta menyebutkan nama-nama makanan tradisional Sunda yang dipajang di aula sekolahnya.

Beragam makanan kecil yang tradisional Sunda memang tersaji di aula sekolah pada Rabu, 9 Oktober 2019. Sebelum disantap bersama oleh para siswa, makanan diperlihatkan untuk dikenalkan ke anak-anak.

"Ini apa, ya, namanya? Ini juga apa?" Kata Mulki sembari menunjuk jajanan berupa getuk, borondong, dan keremes. 

Saat itu, salah seorang guru, Dedeh Saadah, membalikkan nama jajanan, mereka pun bisa membacanya sehingga mengenal nama-namanya. Dengan eskpresif, Mulki pun berkata, “Oh, ini namanya keremes!”

Ia mengatakan, selama ini ia lebih mengenal makanan seperti pizza. Selain itu, untuk makanan kecil, ia lebih mengenal jajanan kemasan yang biasa dibeli di minimarket.

Ngamumule budaya Sunda melalui permainan dan kuliner tradisional

SISWA kelas I SD Assalaam Kota Bandung mencoba permainan congklak yang kini sudah jarang dimainkan, di aula SD Assalaam, Rabu, 9 Oktober 2019.*/SARNAPI/PR

Menurut Kepala SD Assalaam, Jaenudin, pihak sekolah menggelar Rabu Nyunda dengan berbeda. Kali ini, ada berbagai permainan, jajanan tradisional, maupun pawai siswa dengan berpakaian Sunda.

"Untuk pawai diikuti siswa kelas IV-VI, dimulai dari depan sekolah lalu ke Jalan Pasundan, Jalan Pungkur, Jalan Dewi Sartika, dan ke pendopo sebelum ke sekolah," katanya.

Acara bertema "Ngamumule Budaya Sunda" itu, kata dia, digelar untuk mengenalkan seni budaya Sunda melalui permainan dan kuliner tradisional. "Jangan sampai anak-anak hanya mengenal mainan berupa gim atau makanan sebatas pizza atau martabak," katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Hikmat Ginanjar, mengatakan, acara yang digagas SD Assalaam ini sangat bagus untuk mengenalkan dan menanamkan seni budaya. Hal itulah yang menjadi ciri khas sebuah bangsa.

"Apalagi, Islam juga menekankan mencintai tanah air bagian iman yang harus dikenalkan sejak dini. Dari acara seperti ini kan dampak besar dalam kehidupan sehari-hari bagi anak-anak," katanya.

Dia menambahkan, sekolah-sekolah lain juga kerap mengadalan acara serupa termasuk di lingkungan kantor Pemkot Bandung. "Hanya, SD Assalaam mengadakan ngamumule budaya Sunda ini lebih lengkap sebab ada seni, kaulinan barudak, pakaian khas, sampai jajanan jaman baheula," katanya.***

Bagikan: