Pikiran Rakyat
USD Jual 14.039,00 Beli 14.137,00 | Hujan petir singkat, 22 ° C

Era Digital Membuat Kaum Milenial Pilih Universitas Terbuka

Catur Ratna Wulandari
null
null

BANDUNG, (PR).- Sekitar 60-70 persen mahasiswa baru Universitas Terbuka merupakan lulusan baru SMA. Pergeseran profil ini menunjukkan pembelajaran jarak jauh jadi pilihan milenial dalam memilih perguruan tinggi. Peran UT untuk meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi semakin besar.

Wakil Rektor Bidang Sistem Informasi dan Kemahasiswaan UT Adi Winata mengatakan, sebelumnya mahasiswa didominasi dari kalangan pekerja atau sekitar 80 persen. Namun kini komposisinya berubah. Sekitar 60-70 persen mahasiswa baru tahun ini merupakan lulusan SMA baru. Artinya, setelah lulus mereka langsung memilih melanjutkan pendidikan ke UT.

"Generasi milenial memilih UT karena dengan digital ini larinya sudah ke sana (pembelajaran jarak jauh). Era digital ini berubah, masyarakat sudah bergeser," kata Adi usai Upacara Penyerahan Ijazah UT Bandung Periode II Tahun 2019 di Balai Sartika, Kamis 3 Oktober 2019.

Ia menjelaskan, generasi milenial ini memilih UT karena menyediakan perkuliahan jarak jauh. Dulu tutorial UT dilangsungkan secara tatap muka. Sejak 2013 tutorial dilakukan secara dalam jaringan (daring). Mahasiswa bisa memilih untuk mengikuti tutorial tatap muka atau daring.

"Orang sudah mulai milih, mereka ingin yang online," ujarnya.

Adi mengatakan, pergeseran profil mahasiswa baru UT ini sejalan dengan tujuan pemerintah mendirikan UT 35 tahun lalu. UT diharapkan bisa meningkatkan APK pendidikan tinggi. Khususnya bagi masyarakat di luar perkotaan yang tidak mempunyai banyak pilihan pendidikan tinggi.

"Sekarang (APK) masih 35 persen. Singapura sudah 95 persen," ucapnya.

Persaingan ketat

Saat ini jumlah mahasiswa UT di seluruh Indonesia mencapai 330 ribu mahasiswa. Adi menyadari persaingan pembelajaran jarak jauh juga kian ketat. Setiap perguruan tinggi bisa membuka pembelajaran jarak jauh, bahkan kini sudah ada universitas swasta berbasis siber. Namun Adi menegaskan, UT sebagai pelopor pendidikan jarak jauh sudah mempersiapkan diri. Baik dari sisi teknologi maupun teknis pembelajaran.

Mulai tahun 2020, UT akan membuka program S3 untuk progran studi Administrasi Publik dan Ilmu Manajemen. Dari sisi pembelajaran, UT juga menyiapkan berbagai terobosan. Misalnya menyelenggarakan tutorial lewat webinar, serta ujian berbasis teknologi yang bisa dilakukan perorangan. "Kami akan meningkatkan kualitas layanan," ujarnya.

Kepala Unit Program Belajar Jarak Jauh Universitas Terbuka (UPBJJ-UT) Bandung Enang Rusyana mengakui, pergeseran profil mahasiswa UT sudah terjadi sejak dua tahun belakangan. Sebelumnya mahasiswa didominasi guru SD dan PAUD. "Mungkin karena sekarang mereka sudah selesai, jadi jumlahnya menurun. Justru yang meningkat fresh graduate," katanya.

Dari 2.160 mahasiswa UT Bandung, 60-70 persennya merupakan lulusan baru SMA. "Masyarakat sekarang, lulusan SMA sudah melek teknologi dan ingin memanfaatkan pembelajaran (dengab teknologi) itu. Ditambah bisa tetap bekerja," tuturnya.

Ia menambahkan, ijazah UT juga bisa digunakan untuk melanjutkan S2 dan S3 di semua perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.***

Bagikan: