Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Umumnya cerah, 32 ° C

Tujuh Perguruan Tinggi Swasta Bersinergi Terapkan Perkuliahan Jarak Jauh

Sarnapi
KERJA sama dari tujuh kampus di Jawa Barat dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh ditandatangani di aula Oto Iskandar Dinata Unpas Jln. Setiabudi, Jumat, 20 September 2019.*/SARNAPI/PR
KERJA sama dari tujuh kampus di Jawa Barat dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh ditandatangani di aula Oto Iskandar Dinata Unpas Jln. Setiabudi, Jumat, 20 September 2019.*/SARNAPI/PR

BANDUNG,(PR).- Pembelajaran jarak jauh (PJJ) tak bisa terelakkan akibat kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Sehingga tujuh perguruan tinggi swasta (PTS) di Jawa Barat menjalin kerja sama untuk penerapan PJJ ini agar bisa menjalankannya PJJ dengan lebih luas dan lebih murah biayanya.

Kerja sama ini ditandatangani Rektor Unpas Eddy Jusuf, Rektor Internasional Women University Dewi Indriani, Rektor Universitas Kebangsaan Boyke Setiawan, Sutarman dari Universitas Majalengka, dan Dedi Supriadi dari STKIP Pasundan. Pemandangan kerja sama di Aula Oto Iskandar Dinata Unpas Jln. Setiabudi, Jumat, 20 September 2019, juga melibatkan Universitas Garut dan STT Garut.

Menurut Eddy Jusuf, pemerintah masih memperhitungkan kebutuhan infrastruktur PJJ ini, namun dengan kerja sama PTA ini akan lebih mudah mewujudkannya. "Nantinya ada pihak ketiga yang sudah bekerja sama dengan Unpas yakni mitra dari Korea untuk mewujudkan PJJ di tujuh kampus ini," katanya.

Eddy yang juga ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Komunikasi dan Informasi (Aptikom) Jabar menambahkan, beberapa perguruan tinggi informatika dan komputer anggota Aptikom sudah lama menerapkan pembelajaran jarak jauh ini.

"Meski pembelajarannya masih blended atau gabungan, yakni 50 persen pembelajaran jarak jauh dan 50 persen di kelas, namun sudah banyak lulusan dari pembelajaran jarak jauh ini," ujarnya.

Dia berharap tujuh PTS ini bisa menjadi garda terdepan dalam menghadapi revolusi industri 4.0 dan society 5.0.

"Apalagi Gubernur Jabar Ridwan Kamil ingin berupaya  upaya meraih cita-cita Jabar digital sehingga PJJ menjadi kebutuhan agar kampus menjadi digital," kata Eddy yang juga ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Jabar ini.

Sesuai peraturan Menristek Dikti

Kerja sama PJJ ini, kata Eddy, sesuai dengan naskah kerja sama yang sudah ditandatangani yakni akan membangun PJJ secara bertahap sesuai dengan Peraturan Menristek Dikti No. 51/2018. "Kami akan memakai teknologi PJJ berupa ulms dan UBT secara bersama-sama. Kami juga akan membangun jaringan internet di kampus-kampus yang bekerja sama," katanya.

Selain itu, masing-masing kampus juga akan menyediakan tenaga khusus untuk menangani masalah PJJ ini di kampusnya. "Pihak kampus juga akan mengirimkan dosen yang memahami teknologi untuk dilatih penggunaan PJJ ini. Adanya dosen dan tenaga khusus ini akan lebih memudahkan dalam penerapan teknologi PJJ," ujarnya.

Masing-masing kampus juga bisa membuat konten pembelajaran sesuai dengan kemampuannya. "Tentu saja dengan penyelenggaraan JJ secara bersama-sama membuat harga pembelian teknologi maupun pelaksanaannya tak terlalu mahal," katanya.***

Bagikan: