Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Umumnya cerah, 32.2 ° C

Dua Tahun Belajar Sambil Melantai, Siswa SDN Pekayon Jaya III Akhirnya Dapat Kursi dan Meja

Riesty Yusnilaningsih
PEMERINTAH Kota Bekasi akhirnya memenuhi kebutuhan mebelair siswa SDN Pekayon Jaya III yang selama dua tahun terakhir terpaksa belajar melantai dikarenakan ketiadaan kursi dan meja. Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi menyambangi sekolah itu pada Senin, 16 September 2019, setelah mebel diantarkan pada hari sebelumnya.*/RIESTY YUSNILANINGSIH/PR
PEMERINTAH Kota Bekasi akhirnya memenuhi kebutuhan mebelair siswa SDN Pekayon Jaya III yang selama dua tahun terakhir terpaksa belajar melantai dikarenakan ketiadaan kursi dan meja. Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi menyambangi sekolah itu pada Senin, 16 September 2019, setelah mebel diantarkan pada hari sebelumnya.*/RIESTY YUSNILANINGSIH/PR

BEKASI, (PR).- Pemerintah Kota Bekasi akhirnya memenuhi kebutuhan mebel siswa SDN Pekayon Jaya III. Selama dua tahun ini, para siswa terpaksa belajar di lantai karena ketiadaan kursi dan meja.

Kebutuhan mebel siswa di sana dipenuhi dari meja dan kursi sekolah-sekolah yang tidak lagi beroperasi karena telah digabung. Senin, 16 September 2019, para siswa pun sudah bisa lebih nyaman belajar dengan duduk di kursi dan belajar di meja.

"Pada Sabtu (14 September 2019) dan Minggu (15 September 2019), sudah dikirim meja dan kursi dari sekolah yang dimerger. Meskipun bekas, tapi masih layak pakai dan siswa sudah bisa kembali belajar dengan nyaman," kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, saat menyambangi SDN Pekayon Jaya III, Senin, 16 September 2019.

Sekolah yang lokasinya tak jauh dari kediaman pribadi Rahmat tersebut kekurangan mebel sejak Desember 2017. Dari 12 ruang kelas di sekolah tersebut, sebanyak enam kelas di antaranya tidak dilengkapi meja dan kursi. Siswa yang belajar di ruang kelas tanpa mebel terpaksa melantai atau membawa meja kecil dari rumahnya.

PEMERINTAH Kota Bekasi akhirnya memenuhi kebutuhan mebelair siswa SDN Pekayon Jaya III yang selama dua tahun terakhir terpaksa belajar melantai dikarenakan ketiadaan kursi dan meja. Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi menyambangi sekolah itu pada Senin, 16 September 2019, setelah mebel diantarkan pada hari sebelumnya.*/RIESTY YUSNILANINGSIH/PR

Menurut Rahmat, sebenarnya Pemkot Bekasi menyediakan anggaran untuk penyediaan sarana prasarana pendidikan setiap tahun. Tetapi, anggaran tahun 2018 difokuskan untuk pembangunan gedung sekolah baru dan rehabilitasi.

"Kemudian, kekosongan mebelair juga disebabkan terlewatnya anggaran pengadaan tahun sebelumnya," katanya.

Pascaperistiwa tersebut, Rahmat menyatakan bahwa ia menginstruksikan kepada Dinas Pendidikan untuk mengecek ulang semua fasilitas pendidikan yang ada di Kota Bekasi. Terhadap sekolah negeri yang masih kekurangan mebel, ia memerintahkan agar segera dipenuhi kebutuhannya.

Ada Rp11 miliar lebih untuk belanja mebel SD dan SMP yang sudah tidak memadai

Sebelumnya, Kepala Bidang Perencanaan Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Krisman Irwandi, menuturkan, tahun 2019, Pemkot Bekasi mengalokasikan anggaran sebesar Rp11 miliar lebih untuk belanja mebel dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2019. Rencananya, mebel tersebut didistribusikan untuk 99 rombongan belajar di 76 SDN dan 77 rombel di 47 SMPN.

“Anggarannya dibagi, untuk pembelian mebelair SDN Rp6 miliar dan Rp5 miliar untuk pembelian mubelair SMPN,” katanya.

PEMERINTAH Kota Bekasi akhirnya memenuhi kebutuhan mebelair siswa SDN Pekayon Jaya III yang selama dua tahun terakhir terpaksa belajar melantai dikarenakan ketiadaan kursi dan meja. Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi menyambangi sekolah itu pada Senin, 16 September 2019, setelah mebel diantarkan pada hari sebelumnya.*/RIESTY YUSNILANINGSIH/PR

Menurut Krisman, mebel tersebut dibeli untuk menggantikan mebel lama yang kini dinilai sudah usang. Apalagi, saat ini, beberapa mebel di Unit Sekolah Baru (USB) tidak sesuai peruntukannya.

“USB sudah punya mebelair karena mereka pakai punya sekolah yang kini dimerger. Tapi kan belum sesuai standar, sebab siswanya setara SMP tapi pakai mebel SD,” katanya.

Selain itu, saat ini masih ada beberapa sekolah yang masih kekurangan mebel sehingga proses belajar mengajar masih harus menggunakan sistem shift pagi dan siang. Padahal, beberapa di antaranya sudah memiliki gedung dan kelas yang memadai.

Menurut Krisman, pendistribusian mebel diprioritaskan untuk gedung kelas dan sekolah yang dibangun sekitar 2018-2019oleh Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Kota Bekasi. Sementara, pendistribusian mebel di USB akan diserahkan pada sekolah induk asal sekolah.***

Bagikan: