Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Sebagian berawan, 20.5 ° C

Pemdes Cipanas Gratiskan Kuliah Satu Anak Setiap RW

Tim Pikiran Rakyat
KEPALA Desa Cipanas, Asep Lantifan.*/TAUFIK ROCHMAN/KABAR PRIANGAN
KEPALA Desa Cipanas, Asep Lantifan.*/TAUFIK ROCHMAN/KABAR PRIANGAN

SUMEDANG,(PR).- Pemerintah Desa (Pemdes) Cipanas Kecamatan Tanjungkerta, dalam waktu dekat ini berencana akan menggulirkan Program 1 RW 1 Sarjana. Melalui program ini, pihak desa nantinya akan mendorong satu anak dari setiap RW untuk mengikuti kuliah secara gratis dengan biaya dari Pemerintah desa.

"Insya Allah, program ini akan kami laksanakan mulai tahun 2020. Sekarang baru pencanangan saja, jadi baru sebatas disosialisasikan saja ke masing-masing RW," kata Kepala Desa Cipanas Asep Lantifan, Kamis 12 Septmber 2019.

Menurut Asep, program 1 RW 1 Sarjana ini, merupakan salah satu program unggulan desa dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, seperti yang telah dimanatkan dalam undang-undang.

Dengan digulirkannya program tersebut, diharapkan Indek Pembangunan Manusia (IPM) di wilayah desanya bisa lebih meningkat. Sehingga akan berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. "Pendidikan ini kan kebutuhan yang paling dasar. Jika pendidikan masyarakatnya bagus, maka kesejahteraan masyarakat pun pasti akan ikut meningkat," katanya.

Berbicara soal sumber anggaran, Asep menjelaskan bahwa anggaran yang akan dipergunakan untuk membiayai kuliah anak-anak di desanya itu, akan dialokasikan dari anggaran desa melalui pos anggaran pemberdayaan masyarakat.

Sebab, menurut dia, pemberian pendidikan kepada masyarakat ini memang masuk juga dalam kegiatan pemberdayaan. Hanya saja dalam pelaksanaannya nanti, tentu akan ada persyaratan yang harus dipenuhi oleh anak-anak yang akan diajukan untuk mengikuti program kuliah gratis dari desa itu.

Harus berprestasi

Selain harus berasal dari keluarga kurang mampu, anak yang akan diajukan oleh Ketua RW itu pun harus benar-benar berprestasi. Bahkan dalam seleksinya nanti, anak-anak yang akan dibiayai kuliah secara gratis ini harus siap membuat pernyataan, bahwa ketika mereka berhasil meraih gelar sarjana, mereka harus siap memberikan satu inovasi untuk kemajuan desa sesuai bidang pendidikan yang akan diambilnya di perguruan tinggi.

"Di desa kami ini kan ada 9 RW, jadi setiap RW ini nantinya memiliki hak untuk mengajukan satu nama anak yang akan diikutsertakan dalam program kuliah gratis oleh desa," katanya.

Terkait perguruan tinggi yang akan dipilihnya, Asep mengatakan, bahwa perguruan tinggi yang akan dipilih untuk program kuliah gratis ini kemungkinan besar akan mengambil perguruan tinggi terdekat yang ada di Sumedang. 

Maka dari itu, pihaknya kini akan mencoba menjajaki kerja sama dengan pihak perguruan tinggi yang akan dipilihnya, sekaligus akan berkoordinasi terkait setimasi kebutuhan anggaran untuk biaya kuliah setiap tahunnya.

"Ya kita koordinasikan dulu dengan pihak perguruan tingginya. Estimasi biaya ini kan penting untuk bahan penganggaran kami pada APBDes," ujarnya kepada wartawan Kabar Priangan, Taufik Rochman.***

Bagikan: