Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Umumnya berawan, 20.1 ° C

54 Perwakilan Sekolah Siap Jadi Duta Anti-Narkoba

Kodar Solihat
SEBANYAK 54 perwakilan sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat asal Jawa Barat diundang untuk mengikuti kegiatan sadar bahaya narkoba.*/KODAR SOLIHAT/PR
SEBANYAK 54 perwakilan sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat asal Jawa Barat diundang untuk mengikuti kegiatan sadar bahaya narkoba.*/KODAR SOLIHAT/PR

BANDUNG, (PR).- Bank Rakyat Indonesia (BRI) mengalokasikan anggaran Corporate Social Responsibility (CSR) untuk  mendukung kegiatan gerakan anti narkoba bagi kalangan muda. BRI gencar melakukan kampanye penyadaran atas bahaya narkoba, dengan bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) pada 19 wilayah, termasuk di Kota Bandung.

Ada pun kegiatan yang dilakukan di Bandung, dilakukan di Hotel Savoy Homann, Rabu 11 September 2019, dengan mengundang sebanyak 54 perwakilan sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat asal Jawa Barat. Mereka yang diundang adalah ara pengurus OSIS yang didampingi guru sekolahnya. Diharapkan nanti mereka menjadi Duta Anti-Narkoba dan Duta Sadar Narkoba di sekolah masing-masing.

Wakil Pemimpin BRI Kanwil Bandung, Eko R Hartono mengatakan, bahwa BRI Kanwil Bandung merasa terpanggil untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba. Apalagi, bahaya narkoba dewasa ini cenderung meningkat terutama kepada generasi muda atau milenial khususnya di kalangan pelajar sebagai generasi yang cerdas dan tangguh penerus bangsa.

“Masa depan Bangsa Indonesia sangatlah ditentukan oleh para generasi mudanya. Ini yang menjadi faktor-faktor penting yang sangat diandalkan oleh bangsa Indonesia dalam mewujudkan cita-cita bangsa juga mempertahankan kedaulatan bangsa,” ujar Eko R Hartono.

Gerasi muda adalah generasi harapan bangsa, akan tetapi faktanya membuktikan bahwa generasi muda di Indonesia saat ini cenderung mengkhawatirkan perilakunya bagi kelanjutan masa depan bangsa.

 Eko menjelaskan, peran BRI sebagai salah satu bank badan usaha milik negara (BUMN) yang peduli dan hadir untuk negeri harus bisa berkontribusi membantu pemerintah dalam memberantas dan mensosialisasikan tentang bahaya narkoba serta BRI hadir harus memberikan manfaat bagi masyarakat. Persoalan narkoba bisa diminimalisir kalau seandainya semua institusi atau individu berperan dalam menangulangangi masalah bahaya narkoba.

Juru kampanye

Sadar bahaya narkoba bersama Bank BRI digelar serentak diseluruh Indonesia di 19 Kanwil BRI dan ini merupakan tahun kedua BRI mengelar acara sosialisasi sadar bahaya narkoba. Karena begitu bahayanya narkoba terhadap generasi muda. Itu sebabnya yang diundang itu dari kalangan pelajar, pengurus osis sebagai panutan di sekolahnya sehingga diharapkan dapat menjadi juru kampanye anti narkoba kepada teman-temanya disekolah.

“Kegiatan ini merupakan CSR Bank BRI. Alhamdulillah tahun lalu BRI membukukan keuntungan sebesar Rp 32 triliun, besaran CSR BRI sebanyak 2% dari keuntungan Rp 600 miliar yang diperuntukan untuk kegiatan sosial dan kepedulian,” kata Eko.    

Dari pihak kepolisian, AKBP Teguh Purwanto didampingi Kepala Seksi Pencegahan BNN Jawa Barat Yohanes Eko Ariyanto, mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi apa yang digagas oleh BRI  sebagai salahsatu bank BUMN dalam mensosialisasikan sadar bahaya narkoba terutama di Jawa Barat kepada para pelajar. Karena memang mereka semua sebagai generasi penerus bangsa seyogyanya dapat berperan aktif dalam membangun bangsa kearah yang lebih baik. Tidak menjadi generasi pecandu narkoba yang sekarang sudah sangat memprihatinkan.

“BNN Jawa Barat, sangat berharap peran dari perusahaan BUMN bisa ikut andil besar dalam rangka mencegah peredaran narkoba di kalangan pelajar. Kami pun sudah menjalin kerjasama dengan intelejen daerah, Kemenhum HAM Jawa Barat dan semua institusi terkait guna mencegah lebih luas lagi peredaran narkoba khususnya di kalangan pelajar,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wil. VII, Endang Susilastuti, menambahkan, upaya pencegahan terhadap narkoba di kalangan pelajar, sudah seyogyanya menjadi tanggung jawab kita bersama. Dalam hal ini semua pihak termasuk orang tua, guru dan masyarakat harus turut berperan aktif dalam mewaspadai ancaman bahaya narkoba terhadap anak-anak kita.
Pada kesempatan ini juga digelar seminar tentang “Kenali & Musuhi Penyalahgunaannya” oleh Kasi Pencegahan BNN Jawa Barat Yohanes Eko Ariyanto. Dan edukasi perbankan Bank BRI seperti simpenan, deposito serta edukasi perbankan e-banking kepada generasi milenial dan juga tes urine peserta.***

Bagikan: