Pikiran Rakyat
USD Jual 14.037,00 Beli 14.135,00 | Umumnya cerah, 25.9 ° C

Dies Natalis ke-54 Universitas Kristen Maranatha, Usung Konsep Edukasi XXI

Sarnapi
REKTOR Universitas Kristen Maranatha, Prof. Ir. Armein Z. R. Langi, M.Sc., Ph.D., memberikan sambutan dalam upacara Sidang Terbuka Senat Universitas Kristen Maranatha dalam rangka Dies Natalis ke-54, Rabu, 11 September 2019.*/SARNAPI/PR
REKTOR Universitas Kristen Maranatha, Prof. Ir. Armein Z. R. Langi, M.Sc., Ph.D., memberikan sambutan dalam upacara Sidang Terbuka Senat Universitas Kristen Maranatha dalam rangka Dies Natalis ke-54, Rabu, 11 September 2019.*/SARNAPI/PR

BANDUNG, (PR).- Era industri 4.0 bagi perguruan tinggi di Indonesia mendatangkan tantangan yang begitu besar. Perguruan tinggi bukan hanya harus mengikutinya, tapi juga bertransformasi.

“Perguruan tinggi di Indonesia perlu bertransformasi untuk menghadapi disrupsi di berbagai bidang kehidupan, termasuk hadirnya era industri 4.0,” kata guru besar Fakultas Teknik Universitas Kristen Maranatha (UKM), Budi Hartanto Susilo, dalam orasi dies natalis UKM ke-54, Rabu, 11 September 2019.

Orasi ilmiah yang disampaikannya berjudul “Intrapreneur Berdasarkan Nilai Spiritual dalam Era Industri 4.0: Peluang dan Tantangan bagi Perguruan Tinggi di Indonesia”. Hadir dalam orasi Rektor UKM, Armein Z. R. Langi, para dosen dan karyawan, serta mahasiswa.

“Peluang bagi perguruan tinggi di Indonesia bisa direbut, apabila ia bertransformasi menjadi bagian dari industri 4.0, yang juga menerapkan prinsip kewirausahaan (entrepreneurial) abad 21,” kata Budi.

Menjawab tantangan tersebut, ia menambahkan, UKM membangun konsep pendidikan “edukasi XXI”. Konsep itu memberikan pengalaman pembelajaran untuk menyiapkan lulusan menjalani kisah hidup yang istimewa.

“Melalui pengalaman pembelajaran edukasi XXI, lulusan akan memiliki keterampilan hidup (life skill), kecakapan kerja, kekuatan karakter, serta kekayaan nilai hidup. Sosok intrapreneur ini memiliki dasar spiritualitas yang kuat sehingga siap memasuki industri 4.0," ucapnya.

REVOLUSI industri 4.0/DOK. PR

Rektor UKM: pilihan mengembangkan diri sangat luas

Sedangkan, Armein Langi mengatakan, momentum dies natalis bukan hanya mengenalkan konsep edukasi XXI. Momentum itu juga menjadi peringatan atas kiprah dan perjalanan 54 tahun Universitas Kristen Maranatha dalam dunia pendidikan tinggi di Indonesia.

"Saat ini, semua program studi di Maranatha telah terakreditasi A dan B. Tahun ini, Maranatha juga membuka dua program studi baru, yaitu Program Sarjana Arsitektur dan Program Magister Ilmu Komputer,” katanya.

Ditambahkannya, Fakultas Kedokteran yang merupakan fakultas pertama yang didirikan pada tahun 1965, saat ini berstatus terakreditasi A. “Kami bersyukur pada tahun ini Program Sarjana Kedokteran dan Program Profesi Dokter meraih peringkat akreditasi A (sangat baik) berdasarkan surat keputusan LAM-PTKes tertanggal 24 Agustus 2019,” ujarnya.

Sejak berdiri pada tahun 1965 dimulai dari Fakultas Kedokteran, UKM saat ini memiliki sembilan fakultas dengan jenjang pendidikan diploma, sarjana, magister, dan profesi. "Ini berarti pilihan bagi para mahasiswa untuk mengembangkan diri mempelajari berbagai macam keilmuan sangat luas,” katanya.***

Bagikan: