Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya berawan, 20.2 ° C

30 Nomine akan Bersaing dalam Empat Tahap Pemilihan Rektor ITB 2020-2025

Catur Ratna Wulandari
YANI Panigoro menyapa para panel ahli, Panitia pelaksana dan pers yang diundang di konferensi pers, Gedung ANNEX ITB, Jalan Tamansari no. 64, Bandung, Rabu, 11 September 2019. Ketua MWA ITB Yani Panigoro mengumumkan daftar nomine Calon Rektor ITB 2020-2025.*/PETRY FRANSISKA P
YANI Panigoro menyapa para panel ahli, Panitia pelaksana dan pers yang diundang di konferensi pers, Gedung ANNEX ITB, Jalan Tamansari no. 64, Bandung, Rabu, 11 September 2019. Ketua MWA ITB Yani Panigoro mengumumkan daftar nomine Calon Rektor ITB 2020-2025.*/PETRY FRANSISKA P

BANDUNG, (PR).- Panel Ahli Pemilihan Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) mengumumkan 30 nomine yang akan bersaing dalam empat tahap pemilihan. Nama-nama tersebut merupakan hasil verifikasi dokumen dan kelayakan dari seluruh pendaftar yang berjumlah 34 orang.

Panel Ahli dibentuk oleh Majelis Wali Amanat ITB yang tugasnya melakukan seleksi dan penilaian dalam pemilihan Rektor ITB. Panel ahli terdiri dari berbagai unsur diantaranya MWA, Senat Akademik, dosen, alumni, dan praktisi. Panel Ahli ITB terdiri dari 14 orang yang diketuai oleh Yani Panigoro. Anggotanya ialah Djoko Santoso, Akhmaloka, Benhard Sitohang, Irfan Setiaputra, Tati Suyati Syamsudin, Zulkifli Zaini, Elisa Lumban Toruan, Hariadi Supangkat, Ida I Dewa Gede Raka, Intan Ahmad, Ferry Iskandar, Andri Dian Nugraha, dan Usep Mulyana.

Yani mengumumkan, 30 nomine Rektor ITB 2020-2025 ialah Acep Purqon (FMIPA-Fisika), Edy Tri Baskoro (FMIPA-Matematika), Tutuka Ariadji (FTTM), Togar Mangihut Simatupang (SBM), Dermawan Wibisono (SBM), Deddy Kurniadi (FTI-TF), Reini D. Wirahadikusumah (FTSL), Bambang Riyanto Trilaksono (STEI), Daryono Hadi Tjahjono (SF), Benyamin Sapiie (FITB), Ari Setijadi Prihatmanto (STEI), Satria Bijaksana (FTTM), Emir Mauludi Husni (STEI), Jaka Sembiring (STEI), Mikrajuddin Abdullah (FMIPA-Fisika), I Nyoman Pugeg Aryantha (SITH), Megawati Santoso (FMIPA-Kimia), Edwan Kardena (FTSL), Miming Miharja (SAPPK-PL), Khairurrijal (FMIPA-Fisika), Gusti Ayu Putri Saptawati Soekijo (STEI), Kadarsyah Suryadi (FTI-TI), Dicky Rezady Munaf (FSRD), Widjaja Martokusumo (SAPPK), Dwi Larso (SBM), Dewi Larasati (SAPPK), Suhono Harso Supangkat (STEI), Sigit Puji Santosa (FTMD), Bramantyo (Direktur PPM Manajemen), Teti Armiati Argo (SAPPK).

Selanjutnya, 30 orang ini akan mengikuti tes kesehatan. Pada 20-21 September mendatang dijadwalkan wawancara dan presentasi yang digelar tertutup di depan Panel Ahli. Selanjutnya dilakukan penilaian kompetensi dan kepribadian. "Akan jadi bahan pertimbangan sidang MWA dan Senat Akademik," kata Yani pada konferensi pers yang digelar di Gedung Rektorat ITB, Rabu, 11 September 20190.

Kemudian akan dipilih 10 nama yang menjadi Bakal Calon Rektor ITB. Mereka akan mengikuti ekspos publik yang digelar pada 24 dan 25 Oktober mendatang. Selanjutnya Senat Akademik akan menggelar serangkaian sidang yang memutuskan tiga nama Calon Rektor ITB. MWA akan memilih Rektor ITB dari tiga nama itu. "Tanggal 9 atau 10 November 2019 sudah terpilih Rektor ITB periode 2020-2025," kata Yani.

Sampai tahap ini, terdapat lima nama nomine perempuan. Yani menilai hal ini sebuah perkembangan yang baik bagi ITB. Pada perkembangannya, jumlah perempuan yang berkiprah di ITB semakin banyak. "Meskipun yang kita cari bukan soal laki-laki atau perempuan," katanya.

Ketua Senat Akademik ITB Hermawan Kresno Dipojono mengatakan, sudah banyak perempuan yang menduduki jabatan Wakil Rektor, Dekan, dan Direktur di ITB. "Jadi tidak ada masalah, tidak punya persoalan dnegan gender," katanya.

Ia mengatakan, Rektor ITB nantinya harus mampu harus mempunyai strategi yang ampuh menghadapi perkembangan zaman. "Dalam rencana induk, dalam lima tahun ke depan ITB bisa menjadi globally respected, locally relevant," katanya.

ITB harus bisa masuk 200 besar perguruan tinggi terbaik dunia. ITB juga harus meningkatkan tata kelolanya. "Kalau tidak bia men-generate funding, harus efisiensi tata kelola. Kalau jalan seperti biasa, akan sulit," katanya.

Anggota Panel Ahli yang merupakan alumni ITB, Zulkifli Zaini mengatakan, ITB harus menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan perkembangan zaman yang terjadi demikian cepat. Rektor ITB tidak sekadar sosok yang pandai dalam perencanaan. "Rencana-rencana tidak akan mengubah apa-apa, tapi eksekusi, eksekusi, eksekusi," ujarnya.***

Bagikan: