Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Sebagian berawan, 20.8 ° C

Pesan Ridwan Kamil untuk Generasi Z

Catur Ratna Wulandari
GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil.*/DOK PR
GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil.*/DOK PR

BANDUNG, (PR).- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berpesan agar generasi muda kompetitif dan produktif. Anak muda punya peran besar dalam mewujudkan prediksi Indonesia menjadi negara adidaya pada tahun 2045. 

Di hadapan mahasiswa baru Universitas Widyatama, Ridwan mengatakan, generasi z atau yang berusia di bawah 24 tahun adalah generasi yang beruntung. Sebab mereka bisa menjadi bagian dari 70 persen penduduk Indonesia yang saat itu pada usia produktif.

"Satu-satunya negara yang 70 persen penduduknya usia kerja. Penduduknya bekerja, berkarya, dan berkreasi. Tidak ada lainnya di dunia," kata Ridwan di Aula Universitas Widyatama, Selasa, 3 September 2019.

Pada 2045, Indonesia diprediksi menempati posisi keempat negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Saat ini, posisi Indonesia masih di peringkat 13.

Gubernur yang biasa dipanggil Emil itu mengatakan, prediksi itu bisa terwujud jika Indonesia memenuhi beberapa kondisi. "Ekonominya harus dijaga, harus selalu terdepan," katanya.

Jabar sendiri saat ini pertumbuhan ekonominya mencapai 5,7 persen, di atas pertumbuhan nasional yang ada di angka 5 persen.

Menurut Emil, agar perekonomian terus bergeliat maka pembangunan infrastruktur harus digenjot. "Di mana ada konektivitas, di sana ada ekonomi," ujarnya.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan kuliah umum di hadapan mahasiswa baru Universitas Widyatama, Selasa, 3 September 2019.*/CATUR RATNA WULANDARI/PR

Syarat lainnya, stabilitas nasional juga berperan penting. "Indonesia akan jadi negara adidaya kalau kita tidak suka bertengkar. Hari ini, persoalan kita karena mudah bertengkar karena hal-hal sepele.

Perbedaan pendapat kerap menempatkan kelompok saling berhadap-hadapan. Tak hanya urusan politik, urusan dukung-mendukung tim sepak bola pun bisa berujung hilangnya nyawa.

"Kalau mau jadi generasi peminpin, jadilah generasi yang tidak suka mencari perbedaan daalam persamaan tapi mencari persamaan dalam perbedaan," tutur Emil.

Perbedaan, kata dia, akan memunculkan kebencian. Kebencian bisa mengandung hasutan yang menimbulkan kerusuhan. Bahkan bisa berujung peperangan.

Sebagai digital native, generasi muda harus bisa menangkal sisi negatif internet. Era digital harus dimanfaatkan untuk hal produktif. "Kalau ke Indramayu sekarang, ngasih makan ikan lele hanya dengan HP. Di Palabuhanratu, mencari ikan dengan fish finder. Tadinya hasil tangkapannya 300 kilogram naik jadi 3 ton sehari," katanya.

Di lain sisi, internet membuat banyak anak muda meghabiskan waktu dengan layar ponselnya. Di sana pula berseliweran hoaks dan disinformasi. "Survei menunjukkan 40 persen warga Indonesia tidak bisa membedakan hoaks, disinformasi, dan misinformasi. Jangan sampai anak muda terpengaruh siso gelap digital ini. Saring dulu sebelum sharing," katanya.***

Bagikan: