Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Sedikit awan, 20.5 ° C

Rektor Korea Sudah Masuk, Rektor Amerika Masih Negosiasi

Tim Pikiran Rakyat
ILUSTRASI rektor asing.*/NET
ILUSTRASI rektor asing.*/NET

SERANG, (PR).- Kementerian Riset Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mendatangkan rektor asing dengan tujuan untuk meningkatkan daya saing perguruan tinggi.

Menanggapi hal tersebut Rektor Untirta Fatah Sulaiman mengatakan, sebagai pemimpin perguruan tinggi dirinya memandang hal tersebut untuk sebagai memotivasi para rektor memacu kembali kompetisi dengan rektor asing.

“Saya kira itu niat baik untuk memotivasi kita dalam berkompetisi. Saya kira tidak ada masalah, artinya itu bentuk stimulasi agar kita dapat berkompetisi menjadi lebih baik,” kata Fatah.

Ia mengatakan, rektor asing tersebut harus mengikuti tradisi akademik yang sudah berlangsung di perguruan tinggi Indonesia. Serta mengikuti mekanisme pemilihan rektor di Indoensia.

“Sumber daya manusia yang berkualitas tentu akan menghasilkan yang baik juga. Dengan bekompetisi tersebut diharapkan dapat dapat meningkatkan kualitas pendidiktan tinggi,” ujarnya kepada wartawan Kabar Banten, Denis Asria.  

Sementara Itu, Menteri Riset Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan, perguruan tinggi negeri saat ini sudah mencapai 500 dapat bersaing untuk berkolaborasi dengan asing. Rektor asing yang belum lama ini diresmikan dari Universitas Siber Asia asal Korea Selatan dibawah Yayasan Universitas Nasional, diharapkan Siber Indoensia dapat diangkat di kelas dunia.

“Sekarang masih ditempatkan untuk Perguruan Tinggi Swasta, kalau untuk Perguruan Tinggi Negeri kami sedang memperbaiki peraturan-peraturannya yang akan selesai pada 2019. Sebentar lagi ada permintaan perguruan tinggi lain yang akan berkerja sama dengan  Amerika Serikat, masih negosiasi dengan mereka,” katanya.

Ia mengatakan, dengan Amerika bisa dilakukan diharapkan dapat berkolaborasi lebih baik lagi. Perguruan tinggi kualitas lulusannya akan meningkat. Sekarang ini Rektor Asing masih terganjal di Perguruan Tinggi Negeri karena ada regulasi.

“Universitas Siber ini baru dan belum ada mahasiswanya sehingga tidak masang target untuk peringkat, kecuali saya meresmikan rektor asing di perguruan tinggi yang masuk 500 besar, tentu saya akan pasang target,” katanya.***

Bagikan: