Pikiran Rakyat
USD Jual 14.032,00 Beli 14.130,00 | Cerah, 25.6 ° C

Unpad Peringkat Tiga Anugerah Widyapadhi Kemenristekdikti

Eva Fahas
WAKIL Rektor Bidang Riset, Kerja Sama, Inovasi, dan Korporasi Akademik Unpad Dr. Keri Lestari, M.Si., Apt. dan Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Rina Indiastuti, S.E., M.SIE.*/UNPAD.AC.ID
WAKIL Rektor Bidang Riset, Kerja Sama, Inovasi, dan Korporasi Akademik Unpad Dr. Keri Lestari, M.Si., Apt. dan Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Rina Indiastuti, S.E., M.SIE.*/UNPAD.AC.ID

BANDUNG, (PR).- Universitas Padjadjaran meraih peringkat tiga Anugerah ilmu pengetahuan dan inovasi “Widyapadhi” dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI 2019 untuk kelompok universitas/institut sub kategori manajemen inovasi. Penghargaan diserahkan langsung oleh Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Muhammad Dimyati pada Malam Apresiasi Hateknas di Gedung Citta Kelangen , Denpasar Bali, Selasa, 27 Agustus 2019.

Unpad dinilai memiliki manajemen tata kelola yang sudah mapan untuk menangani berbagai produk inovasi para sivitas akademika. Menurut Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama, Inovasi dan Korporasi Akademik Unpad Dr. Keri Lestari, M.Si., Apt., Unpad sudah memiliki suatu ekosistem yang baik dalam manajemen inovasi. “Tahap-tahap (manajemennya) sudah jelas. Bukan hanya sekedar ada unit-unit kerjanya, tetapi ekosistemnya sudah terbentuk,” ujar Dr. Keri, Kamis, 28 Agustus 2019 seperti dilansir dari laman resmi unpad.ac.id.

Dr. Keri menjelaskan, setiap direktorat dan unit kerja dalam ekosistem tersebut memiliki pola kerja yang jelas. Tahap awalnya, aktivitas riset difasilitasi oleh Direktorat Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Inovasi. Kemudian, hasil riset tersebut dipotensikan untuk dilakukan hilirisasi. Upaya ini difasilitasi oleh Direktorat Kerja Sama dan Korporasi Akademik untuk dicarikan mitra industrinya. Setelah ada mitranya, produk riset tersebut dilakukan proses inkubasi lewat Pusat Inkubasi Bisnis yang bernaung di bawah Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Unpad.

Lewat pola tata kelola tersebut, lanjut Dr. Keri, sudah ada sejumlah hasil riset yang digunakan oleh industri dan diproduksi massal. Beberapa produk riset Unpad yang sudah diproduksi massal antara lain: Teh Dia, teknologi Nanobubble, hingga varian baru dari Ubi Cilembu. “(Tujuannya) riset berakhir menjadi aktivitas wirausaha yang bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Ekosistem ini diharapkan memotivasi sekaligus memfasilitasi para peneliti Unpad untuk melakukan riset yang bisa dihilirisasi. Apresiasi pemerintah terhadap ekosistem manajemen inovasi ini juga diharapkan menghasilkan lebih banyak lagi produk inovasi yang bisa dihilirkan dari Unpad.  Unpad memiliki konsep Transformasi Learning yaitu pembelajaran yang didasarkan riset terkait dengan pengabdian kepada masyarakat.

Keri mengatakan, diperolehnya Anugerah Widyapadhi ini diharapkan menyemangati segenap sivitas akademika Unpad untuk meningkatkan riset yang berbasis kebutuhan masyarakat. “Anugerah ini memotivasi kita untuk terus meningkatkan koordinasi, terus meningkatkan kualitas layanan,sehingga kita dapat memfasilitasi berbagai riset dengan lebih baik ” pungkasnya.***

Bagikan: