Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Cerah berawan, 29.9 ° C

Terpilih Lagi Jadi Rektor Telkom University, Adiwijaya Diberi Target Setumpuk

Handri Handriansyah
KETUA Dewan Pengurus Yayasan Pendidikan Telkom Dwi Purnomo melantik Prof. Dr. Adiwijaya, S.Si., M.Si sebagai Rektor Telkom University 2019-2024. Adiwijaya terpilih kembali menjadi rektor setelah menyisihkan 13 kandidat lain dari berbagai PT se-Indonesia.*/HANDRI HANDRIANSYAH/PR
KETUA Dewan Pengurus Yayasan Pendidikan Telkom Dwi Purnomo melantik Prof. Dr. Adiwijaya, S.Si., M.Si sebagai Rektor Telkom University 2019-2024. Adiwijaya terpilih kembali menjadi rektor setelah menyisihkan 13 kandidat lain dari berbagai PT se-Indonesia.*/HANDRI HANDRIANSYAH/PR

SOREANG, (PR).- Terpilih kembali menjadi Rektor untuk periode 2019-2024, Prof. Dr. Adiwijaya, S.Si., M.Si diberi target membawa Telkom University meraih peringkat 701-800 besar perguruan tinggi terbaik dunia versi QS World University Ranking (QS WUR) dengan rating bintang lima (QS 5 stars) dalam 5 tahun ke depan.

Selain itu, Adiwijaya juga diharapkan bisa meningkatkan jumlah mahasiswa hingga 35.410 orang pada 2023.

Ketua Dewan Pengurus Yayasan Pendidikan Telkom Dwi Purnomo optimistis target tersebut mampu Telkom University capai di bawah kepemimpinan Adiwijaya.

"Dengan segala yang sudah diraih Telkom University dalam setahun terakhir, saya yakin apa yang ditargetkan yayasan ke depan juga dapat dicapai," ujarnya saat acara pelantikan Adiwijaya sebagai rektor terpilih di Gedung Manterawu, Telkom University, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jumat 30 Agustus 2019.

Dwi tak menampik bahwa kepemimpinan Adiwijaya selama menjadi Rektor pada 2018-2019 telah membawa lembaganya meraih peringkat pertama Perguruan Tinggi Swasta nasional dalam klasterisasi PT Indonesia 2019 oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Selain itu, secara nasional, Telkom University kini menempati peringkat ke-14 dari seluruh perguruan tinggi yang ada di Indonesia baik swasta maupun negeri.

Capaian tersebut dinilai sebagai lonjakan besar karena tahun lalu Telkom University baru menempati peringkat ke-33 dari seluruh perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Di kelompok perguruan tinggi swasta, Telkom University sebelumnya masih berada di peringkat ke-3 nasional.

Dengan keberhasilan itu, Dwi menegaskan bahwa Adiwijaya merupakan sosok luar biasa yang cocok untuk memimpin kampus itu 5 tahun ke depan. Apalagi, target tersebut didukung penuh oleh yayasan yang terus melengkapi sarana dan prasarana kampus termasuk Gedung Telkom University Landmark Tower yang saat ini tengah dibangun.

Mendapat dukungan solid

Selain itu, target yang diberikan juga ditetapkan bertahap mulai dari meningkatkan peringkat perguruan tinggi Asia (QS Asia University Ranking) dari 451-500 saat ini menjadi 351-400 pada 2020. Setelah itu, target lain menyusul yaitu QS AUR 301-350 dengan rating QS 4 stars pada 2021, QS WUR 801-1000 pada 2022, barulah terakhir QS WUR 701-800 dengan rating QS 5 stars.

Terkait target yang diberikan, Adiwijaya optimistis bisa memberikan yang terbaik. Apalagi selama ini dia merasa sudah sangat didukung oleh tim yang solid di lingkungan internal kampus maupun yayasan.

"Tidak ada yang tidak mungkin selama kita berusaha memberikan yang terbaik. Jabatan ini adalah amanah dan saya bukan yang terbaik di antara semua calon, sehingga saya mohon dukungan terus dari semua civitas akademika dan stakeholder Telkom University," tutur Adiwijaya.

Selain target dari yayasan, Adiwijaya memiliki target tersendiri untuk menjadikan Telkom University sebagai perguruan tinggi terunggul dalam bidang riset dan kewirausahaan. Ia kini sudah menyiapkan strategi seperti menjalin kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi di Korea Selatan, Skotlandia, dan Perancis serta mengembangkan program studi pembelajaran jarak jauh.

DANSEKTOR 6 Satgas Citarum Harum Kolonel inf. Yudi Zanibar (kanan) didampingi salah satu perwakilan mahasiswi Telkom University menunjukkan alat pengukur kualitas air saat dilakukan uji coba di aliran Sungai Citarum Sektor 6 di Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung, Senin, 8 Juli 2019. Alat pengukur kualitas air itu merupakan proyek kerja sama yang dilakukan antara Telkom University dengan salah satu universitas di Korea Selatan yang saat ini melakukan riset di Sungai Citarum.*/ECEP SUKIRMAN/PR

Sementara itu, Ketua Panitia Pemilihan Rektor Telkom University Teguh Widodo mengatakan, Adiwijaya terpilih setelah menunjukan kompetensi yang dinilai lebih unggul dari para kandidat lain.

"Sesuai dengan proses, pemilihan rektor dimulai dengan 7 bakal calon yang diusulkan dari yayasan dan 7 usulan dari fakultas di lingkungan Telkom University," ujarnya.

Dari 14 kandidat tersebut, kata Teguh, disaring menjadi 5 Besar kandidat. Selain Adiwijaya, nama lain dalam daftar 5 besar sebelumnya itu adalah Prof. Brian Yuliarto, Ph.D dari ITB, Prof. Indra Bastian, Ph.D., MBA. CA., CMA, dari UGM, Prof. ir. Joni Hermana., M.Sc. E. S., Ph.D. dari ITS, dan Prof. Dr. Eng. Ir. Suwarno, M.T dari ITB.

Setelah itu, kandidat dikerucutkan kembali menjadi 3 Besar. Adiwijaya masih harus bersaing dengan Joni dan Suwarno. Namun, dari tiga nama besar itu, Yayasan Pendidikan Telkom akhirnya memilih Adiwijaya berdasarkan SK YPT nomor ND.04373/YayasanPendidikanTelkom–YPT/DGA-02/2019.***

Bagikan: