Pikiran Rakyat
USD Jual 14.118,00 Beli 14.216,00 | Umumnya cerah, 23.8 ° C

Menangkal Terorisme dari Kampus

Catur Ratna Wulandari
Ilustrasi penangkapan teroris.*/DOK. PR
Ilustrasi penangkapan teroris.*/DOK. PR

BANDUNG, (PR).- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Suhardi Alius menyebut, penerimaan mahasiswa baru menjadi momen penting untuk menangkal terorisme. Mahasiswa baru harus mendapat pemahaman tentang bahaya terorisme agar tidak mudah dipengaruhi oleh kelompok-kelompok pro-kekerasan.

"Saya ingatkan kepada civitas, tolong berikan mentor-mentor yang moderat. Begitu salah mentor, dibimbing ke arah kekerasan," kata Suhardi usai memberi kuliah tamu di depan seribu lebih mahasiswa baru Universitas Padjadjaran di Grha Sanusi, Kampus Unpad Jalan Dipatiukur Bandung, Kamis, 29 Agustus 2019.

Ia mengatakan, anak-anak muda seperti mahasiswa baru ini kerap menjadi sasaran. Sebab, mereka masih belum fokus dan belum stabil secara mental. Kondisi itu menyebabkan mereka mudah didekati oleh kelompok-kelompok radikal yang prokekerasan.

Suhardi menjelaskan, masuknya paham radikal ini tidak hanya dari kegiatan keagamaan. Bisa lewat friendship dan kindship, hubungan pertemanan, atau kekeluargaan yang cenderung ekslusif.

"Juga lewat internet," ujarnya.

Ia mengatakan, saat ini rekrutmen kelompok terorisme sudah dilakukan secara online. Tidak lagi lewat pertemuan tatap muka seperti cara terdahulu.
 

Momentum

BNPT menilai penerimaan mahasiswa bari harus dijadikan peluang untuk menangkal terorisme. Oleh karenanya, ia dan jajarannya turun ke banyak universitas di Indonesia.

Ia menyebut, selain Unpad, BNPT sudah menyampaikan pemaparan menangkal terorisme di ITB, UI, Universitas Jenderal Ahmad Yani, Universitas Andalas, Universitas Hasanudin, dan lainnya.

Meski sudah ada lembaga lain yang merilis kampus mana saja yang telah terpapar paham radikalisme, Suhardi menampik untuk melakulan hal serupa. "Jangan karena (nila) setitik, rusak (susu) sebelanga," ujarnya.
 

Bagian dari Indonesia

Plt Rektor Ubpad Rina Indiastuti mengatakan, mahasiswa selain sibuk beraktivitas di kampus harus tetap bermasyarakat dan mencintai tanah air. "Mereka harus yakin menjadi bagian dari Indonesia," katanya.

Ia menegaskan, komitmen Unpad untuk merawat kebangsaan dan menangkal terorisme. Selain lewat kuliah tamu ini, upaya lain juga dilakukan lewat mata kuliah Tahap Persiapan Bersama bagi mahasiswa baru. Isinya termasuk soal prinsip dan pilar kebangsaan.

"Sampai dengan praktik bermasyarakat," ujarnya.

Salah seorang mahasiswa baru Unpad, Muhamad Rifqi (18) mengatakan, meski tak pernah mengalami sendiri, ia pernah mendengar cerita-cerita soal masuknya radikalisme di kalangan mahasiswa. Dalam kuliah tamu itu, ia tertarik menyimak pengakuan para mantan terpidana terorisme yang ditayangkan lewat video. Ia sekaligus ngeri melihat video aksi pelaku terorisme.

"Kita harus memperdalam wawasan kita dan cinta tanah air," katanya.***

Bagikan: