Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Umumnya cerah, 22.7 ° C

Unikom Dapat Izin Kelola King Sejong Institute

Catur Ratna Wulandari
Ilustrasi.*/CANVA
Ilustrasi.*/CANVA

BANDUNG, (PR).- King Sejong Institute, sebuah lembaga belajar bahasa dan budaya Korea yang dibentuk oleh Pemerintah Korea Selatan kini hadir di Jawa Barat. Berlokasi di Universitas Komputer Indonesia (Unikom), King Sejong Institute memberi kesempatan luas bagi masyarakat Jabar yang ingin belajar bahasa dan budaya Korea.

King Sejong Institute di Indonesia sudah berdiri di beberapa kampus antara lain di Universitas Nasional Jakarta dan Universitas Kristen Petra Surabaya.

Rektor Unikom Eddy Soeryanto Soegoto mengatakan, dari beberapa usulan yang masuk ke Korea, Unikom terpilih untuk menjadi tempat King Sejong Institute di Jawa Barat. "Youngsan University mewakili pemerintah Korea untuk melakukan pemilihan lokasi," kata Eddy pada konferensi pers peresmian King Sejong Institute Bandung di Kampus Unikom, Jalan Dipatiukur Bandung, Selasa, 27 Agustus 2019.

Pendirian King Sejong Institute di Unikom ini merupakan tindak lanjut atas penandatanganan nota kesepahaman antara Unikom dan Youngsan University Korea Selatan oada 2010 lalu. Ia mengatakan, kehadiran King Jesong Institute Bandung ini bisa menjadi wadah bagi masyarakat Jabar untuk belajar budaya dan bahasa Korea. Lembaga ini tidak hanya untuk mahasiswa Unikom, seluruh masyarakat berbagai usia pun boleh belajar di sana.

Masyarakat bisa mulai mendaftar dan mengikuti pelatihan di King Sejong Institute University mulai September 2019. King Jesong Institut di Youngsan University Korea mengirim dua pengajarnya ke Bandung.

Eddy menambahkan, mahasiswa Unikom yang wajib belajar Bahasa Korea ialah mereka yang mengambil double degree di Unikom dan Youngsan University Korea. Sebelumnya, mereka harus mengambil mata kuliah Bahasa Korea untuk persiapan belajar di Korea. Kini pembelajaran itu dipindahkan ke King Sejong Institute.

Presiden Youngsan University Guwuck Bu menjelaskan, nama King Jesong Institute diambil dari nama Raja Sejong dari Dinasti Joseon yang menemukan Hangul, huruf alfabet Korea. Sejak animo masyarakat global belajar budaya Korea meningkat pesat, pemerintah Korea membentuk King Sejong Institute menjadi standar dalam belajar bahasa dan budaya Korea.

Ia mengatakan, selain kelas bahasa, King Sejong Institute juga membuka kelas budaya yang menjadi unggulannya. "Akan dibuka tiga kelas, dua kelas bahasa dan satu kelas budaya. Indonesia sangat tertarik dengan kelas budaya ini," tuturnya.

Presiden of Songsim School Foundation Chanyong-Ro mengatakan, kampus-kampus di Korea banyak memiliki Korean Center, pusat budaya Korea. Youngsan University merupakan salah satu kampus dengan program budaya yang bagus sehingga mendapat pengakuan dari banyak negara. Keahlian Youngsan University itulah yang akan dibawa ke King Sejong Institute Bandung.

Kelas pertama King Sejong Institute Bandung periode Agustus-Desember 2019 dibagi menjadi Kelas Bahasa Level 1 digelar setiap Selasa dan Kamis pukul 17.00-19.00, dan Kelas Bahasa Levelb2 setiap Rabu dan Jumat pukul 17.00-19.00.

Kelas digelar selama 15 minggu pertemuan dengan total 60 jam belajar. Selain itu peserta setiap kelas juga mendapat pembelajaran budaya Korea dengan total 45 jam belajar. Budaya yang dimaksud meliputi pembuatan kerajinan, tarian, mengenal berbagai jenis makanan khas Korea, dan sebagainya.***

Bagikan: