Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Umumnya cerah, 32 ° C

Krisis Ulama, Pemkab Majalengka Kuliahkan Satu Santri Tiap Kecamatan

Tati Purnawati
FOTO ilustrasi santri.*/NU.OR.ID
FOTO ilustrasi santri.*/NU.OR.ID

MAJALENGKA,(PR).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka akan mencetak ulama dengan menyekolahkan sejumlah santri di lingkungan pesantren yang juga menyediakan perguruan tinggi serta Madrasal Aliyah. Ini dilakukan sebagai langkah regenerasi ulama.

Walaupun tidak disebutkan secara ekplisit Bupati Majalengka Karna Sobahi mengatakan saat ini ada kecenderungan dari anak muda yang semakin berkurangnya minat untuk menjadi ulama. Anak muda lebih tertarik dengan pendidikan di bidang lain seperti hukum, teknik, sosial, ekonomi atau dokter serta sejumlah pendidikan lainnya. Sementara jumlah  ulama di kalangan anak muda mulai berkurang.

Karna Sobahi pada saat Musda MUI Kabupaten Majalengka ke IX,  Senin 26 Agustus 2019 di gedung Yudha Karya Abdi Negara, meminta tiap kecamatan mengajukan satu santri untuk dikirim dan dikuliahkan dengan biaya APBD Kabupaten Majalengka. Untuk tahap pertama akan ada 26 orang yang akan dipesantrenkan dan dikuliahkan, mereka akan diambil dari tiap kecamatan.

“Kalau tidak disiapkan dengan serius bukan tidak mungkin Majalengka akan mengalami krisis ulama. Untuk itu saya minta MUI tiap kecamatan harus menyiapkan 1 orang anak yang akan dikuliahkan oleh Pemda Majalengka, pada pelaksananaya dikoordinasikan dengan Kementrian Agama Kabupaten Majalengka," ungkap Karna.

Setelah selesai kuliah mereka harus memberikan ceramah keagamaan di wilayahnya, hingga terbangun masyarakat Majalengka yang religius dan berkarakter.

Di sisi lain Bupati berharap MUI sebagai mitra strategis Pemkab dan Ormas-Ormas Islam, dari Musda MUI keluar program berbasis keagamaan dan menjadi prioritas MUI dengan lebih mengedepankan dimensi keumatan yang terintegrasi dengan kegiatan sehari-hari masyarakat Majalengka.

Ketua MUI Kabupaten Majalengka KH Anwar Sulaeman menyambut baik gagasan Bupati Majalengka, dalam waktu dekat pihaknya segera melakukan komunikasi dengan Ketua MUI kecamatan untuk menentukan siapa yang akan ditunjuk untuk disekolahkan dan dipesantrenkan.

Menurutnya harus ada perpaduan pola pendidikan pesantren dan sekolah formal sehingga sekolahnyapun harus ada dilingkungan pesantren atau tinggal dipesantren yang tersedia sekolah formal. Mereka pagi bisa sekolah formal dan sorenya mereka dapat menimba ilmu di pesantren.

Untuk pengkaderan ulama MUI Kabupaten Majalengka sendiri telah mengirim 6 orang ikut pelatihan kader ulama (PKU) yang diselenggarakan MUI Jawa Barat selama 6 bulan.***

Bagikan: