Pikiran Rakyat
USD Jual 14.032,00 Beli 14.130,00 | Umumnya cerah, 20.4 ° C

UNJ Pilih 8 Calon Rektor

Dhita Seftiawan
PARA calon rektor UNJ periode 2019-2023 memaparkan visi dan misi di depan senat dan civitas akademika UNJ, Jakarta, Kamis, 15 Agustus 2019.*/DHITA SEFTIAWAN/PR
PARA calon rektor UNJ periode 2019-2023 memaparkan visi dan misi di depan senat dan civitas akademika UNJ, Jakarta, Kamis, 15 Agustus 2019.*/DHITA SEFTIAWAN/PR

JAKARTA, (PR).- Pantia pemilihan rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menetapkan 8 calon rektor UNJ periode 2019-2023. Yakni, Komarudin, Endry Boeriswati, Paulina Pannen, Muhammad Nur Sadik, Agus Setyo Budi, Sofiah Hartati, Ivan Hanafi, dan Awaluddin Tjalla.

Ketua Panitia Panitia Pemilihan Rektor UNJ periode 2019-2023 Bedjo Sujanto menegaskan, calon yang terpilih menjadi rektor akan mengemban tugas untuk membawa UNJ menjadi kampus terbaik di Asia. Visi dan misi mereka harus senada dengan tujuan besar Senat UNJ tersebut.

“Senat UNJ bersama seluruh warga kampus akan berupaya semaksimalnya untuk memenuhi harapan publik dan semua pihak terkait untuk mendapatkan calon rektor terbaik. Seluruh tahapan dan proses pemilihan calon rektor haruslah berlangsung secara transparan, demokratis, terbebas dari politik transaksional dalam bentuk apapun,” kata Bedjo dalam acara Paparan Visi dan Misi Calon Rektor UNJ di Aula Latief Kampus UNJ, Jakarta, Kamis, 15 Agustus 2019.

Ia menuturkan, salah satu upaya untuk mewujudkan hal tersebut adalah dengan melibatkan Komisi Pembertantasan Korupsi (KPK) untuk mengawal dan mengawasi. Menurut dia, pimpinan KPK berharap UNJ menjadi contoh dalam melaksanakan pemilihan rektor bagi perguruan tinggi lainnya di tanah air.

Ketua Senat UNJ Hafid Abbas menyatakan, para calon wajib memperhatikan arah prioritas pembangunan UNJ. Senat berharap rektor yang terpilih nanti mewakili 6 nilai yang disepakati senat untuk menuju UNJ 2030. 

“Antara lain memiliki kemampuan menyusun strategi peningkatkan reputasi akademik dengan indikator peningkatan jumlah program Studi terakreditasi sangat baik di tingkat nasional dan di tinggkat ASEAN. Menjadikan UNJ sebagai pusat unggulan dan rujukan standar di bidang kependidikan di tingkat nasional,” ujar Hafid.

Rektor baru juga harus mampu meningkatkan suasana kampus UNJ yang kondusif bagi pelaksanaan kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi, terbebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Selain itu juga mampu memenuhi fasiltas pembelajaran dan penelitian, tercipta suasana lingkungan kampusyang hijau, nyaman, bersih. “Dan zero conflict,” katanya.

Visi misi

Kandidat rektor UNJ Awaludin Tjalla menyatakan, membawa UNJ berdaya saing global bisa dicapai dalam 5 tahun. Ia juga menjanjikan akan menjaga UNJ dari paham-paham radikal. “Pada 2024 UNJ bisa bersaing di Asia. Melalui perspektif karakter, yang artinya antiradikalisme dan memiliki nasionalisme tinggi. UNJ perlu punya nilai-nilai karakter itu,” kata Tjalla.

Ia memaparkan 5 misi untuk mewujudnya visinya tersebut. Yakni membangun kepemimpinan yang kolaboratif, mengembangkan mutu SDM, membenahi kurikulum dan pembelajaran, kolaborasi riset dan membangun sarana prasarana. “Kepemimpinan yang kolaboratif untuk menggerakan UNJ pada pencapaian nilai karakter dan kompetisi di Asia nanti,” ujarnya.

Kandidat lainnya Ivan Hanafi menjelaskan,UNJ harus dikelola secara sistemik, adaptif dan inovatif untuk memenuhi penjaminan mutu pendidikan tinggi. Menurut dia, untuk bersaing di Asia, UNJ perlu membangun sistem penjaminan mutu internal terlebih dahulu.

“Contoh konkret dengan membuat satu data base yang terintegrasi dengan data base nasional. Saat ini UNJ belum punya itu. Data basenya berbeda-beda. Pembenahan ini perlu diawali dengan persepsi yang sama,” ujarnya.

Komarudin menawarkan gagasan nyaris serupa. Ia mengusung konsep e-fine untuk membawa UNJ ke tingkat dunia. Yakni membangun kulturakademik yang kompetitif, infrastruktur, tata kelola, membangun SDM, dan kewirausahaan.

“Tidak mungkin terwujud dalam 4 tahun (bersaing di Asia), ini jangka panjang. Peringkat UNJ pada 2016 di ranking 24, 26 pada 2017, dan 19 di 2018. Saya menargetkan bisa masuk 15 besar dulu tahun depan,” katanya.***

Bagikan: