Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Hujan singkat, 31.2 ° C

Mahasiswa Sulap Jerami dan Bambu Jadi Lampu Lampion

Tim Pikiran Rakyat
FOTO ilustrasi lampion.*/ANTARA
FOTO ilustrasi lampion.*/ANTARA

SERANG, (PR).- Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 5 Universitas Bina Bangsa (Uniba) menyulap jerami dan bambu menjadi kerajinan lampu lampion, di Desa Cibetung Barugbug, Kecamatan Padarincang, Rabu 14 Agustus 2019. Kegiatan tersebut untuk memanfaatkan limbah alam menjadi barang yang bermanfaat. 

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Uniba Desa Barugbug Dewi  Surani mengatakan, pembuatan lampion tersebut sebagai rangkaian dari kegiatan dari bidang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Pihaknya mengajak pemuda di Desa Barugbug serta masyarakat untuk membantu membuat kerajinan dari limbah alam. 

"Kami berinovasi membuat hiasan lampu dari jerami dan bambu kepada pemuda dan masyarakat, agar untuk meningkatkan perekonomian mereka dengan menjual hasil produk tersebut," kata Dewi kepada wartawan Kabar Banten, Denis Asria.

Ia menjelaskan, pembuatan lampion dari bahan limbah alam tersebut dari bambu, kayu yang banyak ditemukan di sekitar Desa Barugbug. Pihaknya ingin memberikan keterampilan kepada warga desa dengan tujuan agar bisa diteruskan untuk menjadi peluang usaha yang bisa diandalkan.

"Bahan dasar bambu yang mudah ditemukan tersebut akan lebih bermanfaat, mahasiswa bersama pemuda tersebut dapat menyalurkan kreativitasnya menjadi barang kerajinan-kerajinan unik yang bernilai ekonomis," ujarnya. 

Sementara itu, Pejabat sementara (Pjs) Desa Barugbug Nani menyambut baik kegiatan pelatihan kerajinan Lampion bersama pemuda di desanya. Karena hal tersebut dapat membantu pemuda untuk berkreativitas dalam membuat kerajinan yang bahannya mudah di dapat di sekitar. 

"Terima kasih mahasiswa KKM Kelompok 5 Uniba yang telah mengajak pemuda dan masyarakat untuk membuat kerajinan. Kegiatan tersebut ke depan bisa dilanjutkan oleh warga karena dapat menjadi peluang usaha bagi mereka," katanya.

Peserta pelatihan dari Komunitas Masyarakat Remaja Cibetung Irfanuddin mengatakan,  siap untuk meneruskan pembuatan lampion ini dan menjadikan usaha bagi komunitas nya. Ke depan usaha kerajinan Lampion tersebut menjanjikan melihat bahan yang mudah didapat serta biaya yang tidak mahal tetapi mempunyai nilai jual yang tinggi sebagian hiasan Cafe, restoran, hotel bahkan rumah tinggal.

"Kami sangat termotivasi  dengan adanya pelatihan tersebut, kita bisa membuat kerajinan apapun sesuai dengan kreativitas kita sehingga menjadi peluang usaha," ujarnya.***

Bagikan: