Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya berawan, 27.8 ° C

Guru Harus Kreatif Merancang Metode Pembelajaran

Dewiyatini
ILUSTRASI.*/CANVA
ILUSTRASI.*/CANVA

BANDUNG,(PR).- Guru harus mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi anak didiknya. Salah satunya, dengan menggali kreatifitasnya dalam merancang metode pembelajaran.

"Untuk menciptakan model pembelajaran yang menarik itu, artinya guru harus terus mengembangkan kemampuan dirinya," ujar Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dewi Sartika dalam acara Sarasehan Pendidikan Menuju Jabar Juara di Era Revolusi Industri 4.0, di Aula UPTD Tikomdik Disdik Jabar Jalan Rajiman, Kamis, 15 Agustus 2019.

Dalam acara yang dihadiri oleh sekitar 100 kepala SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB seluruh Jawa Barat, Dewi meminta guru mampu juga menjadi sahabat bagi anak didiknya. Dengan demikian, siswa akan menjadikan guru sebagai teman diskusi untuk persoalan apa pun.

Dewi mengatakan di era sebelumnya, guru dinilai sebagai satu-satunya sumber ilmu dan informasi. Namun, kini, telah banyak sumber informasi yang bisa diakses siswa.

“Ini tidak berarti guru harus diam. Tapi guru harus senantiasa kreatif mengimbangi rasa ingin tahu siswa," ujarnya.

Dewi mengatakan, guru tidak akan tergantikan. Meskipun banyak sumber informasi yang bisa diakses siswa, tapi guru akan tetap jadi tumpuan siswa untuk bertanya. Sehingga, pendidik dituntut terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM)-nya karena Jabar terus berusaha menjadi provinsi terbaik.

"Ini juga sebagai tantangan dari Pak Gubernur yang menginginkan adanya peningkatan kesejahteraan. Tentu kita sebagai keluarga pendidikan harus memfasilitasi SDM yang kita kembangkan agar pendidikan tersebar ke seluruh pelosok wilayah di Jabar," kata Dewi.

Sementara itu, Direktur SEAMEO Sekretariat, Gatot Hari Priowirjanto mengajak satuan pendidikan untuk berinovasi dalam proses pembelajaran. Yaitu, berupa sinergi dengan satuan pendidikan lainnnya, baik dalam atau luar negeri. 

Menurut Gatot, kerja sama harus terus dijalin seperti mempelajari budaya masing-masing daerah. Atau, membuka forum diskusi dengan satuan pendidikan lainnya.

Dengan perkembangan teknologi komunikasi yang pesat, kata Gatot, hal tersebut dapat direalisasikan. Ia pun mencontohkan inovasi yang dilakukan SMA di wilayah Tangerang yang melakukan interaksi di ruang kelas dengan sekolah yang ada di Rusia guna mempelajari budaya masing-masing melalui fitur video call. 

“Beberapa SMP, SMA dan SMK di Jabar juga sudah melakukannya, seperti SMP di Kuningan dan di daerah Cirebon. Diharapkan hal itu bisa ditingkatkan oleh sekolah lainnya," ucapnya.***

Bagikan: