Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Sebagian berawan, 22.3 ° C

Lulus dengan IPK Nyaris Sempurna, Boy Rafli Gagal Raih Cum Laude

Catur Ratna Wulandari
Irjen Boy Rafli saat mempertahankan disertasinya yang berjudul Integrasi Manajemen Media dalam Strategi Humas Polri sebagai Aktualisasi Promoter di Kampus Unpad Jatinangor, Sumedang, Rabu, 14 Agustus 2019.*/LIVE STREAMING UNPAD
Irjen Boy Rafli saat mempertahankan disertasinya yang berjudul Integrasi Manajemen Media dalam Strategi Humas Polri sebagai Aktualisasi Promoter di Kampus Unpad Jatinangor, Sumedang, Rabu, 14 Agustus 2019.*/LIVE STREAMING UNPAD

 

BANDUNG, (PR).- Wakil Kepala Lemdiklat Polri Irjen Boy Rafli Amar berhak menyandang gelar Doktor Bidang Ilmu Komunikasi setelah dinyatakan lulus pada Sidang Terbuka Doktor di Universitas Padjadjadjaran. Boy mendapat nilai A dengan IPK 3,90, tetapi gagal meraih gelar cum laude.

Ketua Sidang yang juga menjabat sebagai Plt. Rektor Unpad Rina Indiastuti menjelaskan, nilai gabungan dari perangkat mata kuliah sampai sidang terbuka, Boy mendapat nilai A dengan IPK 3,90.

"Namun sesuai dengan standar mutu program doktor di Unpad dan Keementrerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, mensyaratkan untuk lulusan S3 yang memiliki publikasi jurnal internasional, maka mereka lah yang diberi nilai tertinggi," tuturnya.

Oleh karenanya, meski Boy meraih nilai tinggi, Boy tak bisa mendapat predikat cum laude karena belum membuat publikasi internasional. 

"Dengan nilai itu, mulai hari ini saudara berhak menggunakan gelar Doktor. Saya ucapkan selamat," kata Rina.
 

Menitikkan air mata

Mengawali pidato rasa syukurnya, Boy membacakan sebuah puisi yang berjudul Promoter. Boy sempat menitikan air mata saat membacakan puisi itu. 

"Semoga apa yang kami terliti bisa menjadi legacy bagi institusi Polri," ujarnya. Boy menyelesaikan pendidikan S3 dalam waktu lima tahun. 

Sidang Doktor digelar di Bale Sawala, Kampus Unpad Jatinangor, Sumedang, Rabu, 14 Agustus 2019. Pada sidang terbuka itu, Boy Rafli mempertahankan disertasinya yang berjudul Integrasi Manajemen Media dalam Strategi Humas Polri sebagai Aktualisasi Promoter.

Pada paparannya yang bisa disimak secara luas melalui live streaming Youtube Unpad, Boy menjelaskan, Promoter merupakan akronim dari Profesional, Modern, dan Terpercaya. Tiga hal itu yang disampaikan kepada publik secara berkelanjutan agar mendapatkan kepercayaan publik.

"Semakin positif pengalaman publik dengan polisi, semakin positif citra publik. Banyak kritik terhadap Polri karena banyak harapan polisi jadi manusia sempurna, pahlawan yang siap menjawab masalah," tutur Boy dalam pemaparannya.***

Bagikan: