Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Hujan singkat, 29.6 ° C

Kapolri Tito Karnavian Jadi Penguji Tamu di Sidang Doktor Boy Rafli Amar

Catur Ratna Wulandari
Irjen Boy Rafli saat mempertahankan disertasinya yang berjudul Integrasi Manajemen Media dalam Strategi Humas Polri sebagai Aktualisasi Promoter di Kampus Unpad Jatinangor, Sumedang, Rabu, 14 Agustus 2019.*/LIVE STREAMING UNPAD
Irjen Boy Rafli saat mempertahankan disertasinya yang berjudul Integrasi Manajemen Media dalam Strategi Humas Polri sebagai Aktualisasi Promoter di Kampus Unpad Jatinangor, Sumedang, Rabu, 14 Agustus 2019.*/LIVE STREAMING UNPAD

BANDUNG, (PR).- Wakil Kepala Lemdiklat Polri Irjen Boy Rafli Amar menjalani sidang doktor untuk meraih Gelar Doktor Bidang Ilmu Komunikasi di Universitas Padjadjaran. Sidang Doktor digelar di Bale Sawala, Kampus Unpad Jatinangor, Sumedang, Rabu, 14 Agustus 2019.

Pada sidang terbuka itu, Boy Rafli akan mempertahankan disertasinya yang berjudul Integrasi Manajemen Media dalam Strategi Humas Polri sebagai Aktualisasi Promoter.

Pada paparannya yang bisa disimak secara luas melalui live streaming Youtube Unpad, Boy menjelaskan, Promoter merupakan akronim dari Profesional, Modern, dan Terpercaya. Tiga hal itu yang disampaikan kepada publik secara berkelanjutan agar mendapatkan kepercayaan publik.

"Semakin positif pengalaman publik dengan polisi, semakin positif citra publik. Banyak kritik terhadap Polri karena banyak harapan polisi jadi manusia sempurna, pahlawan yang siap menjawab masalah," tutur Boy dalam pemaparannya.

Sidang terbuka ini dipimpin langsung oleh Plt. Rektor Unpad Rina Indiastuti. Bertindak sebagai Ketua Tim Promotor Deddy Mulyana bersama anggota Atwar Bajari dan Edwin Rizal. Sementara bertindak sebagai penguji Dadang Rahmat Hidayat, Ninis Agustini Damayani, Siti Karlina, dan Mahfud Arifin. Hadir sebagai penguji tamu Tito Karnavian. 

"Kapasitas saya di sini bukan sebagai Kapolri, tetapi dalam kapasitas akademik, jadi Pak Boy jangan takut menjawab apa saja," kata Tito yang bergelar Profesor itu.

Tito menyampaikan lima pertanyaan terkait disertasi yang disampaikan Boy. Salah satunya tentang mana yang lebih penting dalam membangun citra Polri, manajemen media atau reformasi internal Polri. 

"Polri perlu membangunan opini publik karena dukungan publik menjadi hal yang penting untuk negara di era demokrasi karena kekuasaan di tangan rakyat. Semua elemen yang ingin survive harus dapat dukungan dan restu publik," tutur Tito.***

Bagikan: