Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Langit umumnya cerah, 21.1 ° C

JNE Akan Bangun Laboratorium Bisnis di SBM ITB

Catur Ratna Wulandari
PRESIDEN Direktur JNE Mohamad Feriadi (kiri) dan Rektor ITB Kadarsah Suryadi (kanan) menandatangani nota kesepahaman di Gedung Rektorat ITB, Rabu, 25 Juli 2019.*/DOK HUMAS ITB
PRESIDEN Direktur JNE Mohamad Feriadi (kiri) dan Rektor ITB Kadarsah Suryadi (kanan) menandatangani nota kesepahaman di Gedung Rektorat ITB, Rabu, 25 Juli 2019.*/DOK HUMAS ITB

BANDUNG, (PR).- JNE akan mendirikan Business Lab di Sekolah SBM (Sekolah Bisnis dan Manajemen) Institut Teknologi Bandung (ITB). Laboratorium ini nantinya juga dipergunakan sebagai co-working space.

Dekan SBM ITB Sudarso Kaderi Wiryono mengatakan, pembangunan laboratorium bisnis ini merupakan salah satu isi dari nota kesepahaman yang ditandatangani kedua pihak pada akhir Juli lalu. Penandatanganan nota dilakukan oleh Rektor ITB Kadarsyah Suryadi dan Presiden Direktur JNE Mohamad Feriadi.

Ia menjelaskan, laboratorium ini akan berfungsi sebagai kantin bagi mahasiswa, dosen, dan karyawan. Juga sebagai co-working space yang bisa dimanfaatkan bersama-sama.

"Orang bisa pakai tempat itu untuk bekerja, juga makan dan minum. Tidak seperti tempat makan biasa, ini gaya anak milenial sekarang. Kalau dulu kan makan harus cepat-cepat selesai. Ini bisa sambil kerja, sambil mengerjakan sesuatu, silakan saja," tuturnya belum lama ini di Bandung.

Pembangunan fisinknya akan dimulai sekitar tiga bulan mendatang. "Kalau konsepnya sudah," ujarnya.

Ia menambahkan, SBM ITB berupaya mengembangkan metode pembelajaran aktif. Mahasiswa tidak hanya belajar di dalam kelas. Mereka diharapkan dapat mengembangkan bisnisnya sedini mungkin. Oleh karenanya, laboratorium ini diharapkan bisa berkontribusi menciptakan mahasiswa wirausaha.

Sudarso mengatakan, selain pembangunan laboratorium bisnis, kerja sama dengan JNE juga berupa kajian dan penelitian, dosen tamu, magang, rekrutmen pegawai, CSR (Corporate Social Responsibility), jasa konsultasi dan supervisi, serta implementasi teknologi manajemen.

"JNE ini sebagai perusahaan logistik yang berhasil karena lebih antisipatif," katanya. 

Ia menambahkan, logistik akan menjadi perhatian sampai waktu-waktu mendatang. SBM ITB juga menyiapkan mata kuliah yang berkaitan dengan manajemen rantai suplai (supply chain).

Presiden Direktur JNE M. Feriadi lewat siaran pers ITB mengatakan, laboratorium yang berfungsi sebagai co-working space ini untuk menunjang proses pendidikan dan pembelajaran. Beragam aktivitas dapat dilakukan di tempat tersebut baik oleh dosen dan mahasiswa, misalnya pameran katalog produk, pembuatan event, aktivitas penelitian, dan pembuatan studi kasus.***

Bagikan: