Pikiran Rakyat
USD Jual 14.075,00 Beli 14.173,00 | Umumnya cerah, 32.6 ° C

Penelitian Baterai Mobil Listrik Jadi Prioritas

Catur Ratna Wulandari
ILUSTRASI.*/CANVA
ILUSTRASI.*/CANVA

BANDUNG, (PR).- Institut Teknologi Bandung (ITB) terus melakukan penelitian baterai mobil listrik. Pemilihan materil yang tepat menjadi tantangan terbesar penelitian ini.

Rektor ITB Kadarsyah Suryadi menjelaskan, baterai merupakan komponen paling penting mobil listrik. Tantangannya, bagaimana menentukan bahan yang tepat agar baterai bisa tahan lama dan tidak berat.

"Penelitian ini makan waktu mengingat ini bagian penting dari mobil listrik," kata Kadarsyah saat ditemui pekan ini di Sasana Budaya Ganesha, Bandung.

Ia mengatakan, soal tantangan penentun material ini juga dialami oleh negara lain yang meneliti baterai mobil listrik. Tiongkok saat ini sudah membuat baterai berbhan litium. Sementara, negara-negara di Amerika dan Eropa tengah mencari bahan lain yang tahan lama. "Eropa merika sedang mencari material lain, supaya tidak tergantung pada satu negara," tuturnya.

Penelitian bateri mobil listrik merupakan salah satu yang menjadi fokus ITB saat ini. ITB telah menentukan tujuh bidang penelitian prioritas yang merujuk pada isu global terbesar sat ini yaitu, pangan, energi, dan air. 
Ketujuh bidang yang menjadi perhatian itu ialah energi bru terbarukan, teknologi nanosains, ICT (information and communications technology), kegempaan, budya dan desain produk, pangan dan kesehatan, serta transportasi.

Kadarsyah menambahkan, saat ini ITB bekerja sama dengan Massachucetts Institute of Technology (MIT) untuk mengembangkan transportasi berkelanjutan. "Kita tahu kalau energi fosil akan habis, mobil listrik ini masuk," ujarnya.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo di Jakarta hari ini mengatakan, telah menandatangani Peraturan Presiden tentang percepatan pengembangan kendaraan bermotor listrik. Jokowi menyebut telah meneken Perpres ini pada Senin, 5 Agustus 2019 lalu.

Lewat Perpres itu, pemerintah berniat mendorong industri otomotif ikut membangun mobil listrik di Indonesia. Indonesia diharapkan bisa membuat baterai yang menggunakan bahan-bahan dari dalam negeri. Sehingga bisa menekan harga jual mobil listrik.

Kadarsyah mengatakan, adanya Perpres tersebut akan mampu mempercepat penelitian mobil listrik. Kerja sama dengan berbagai pihak pun akan lebih mudah dilakukan.***

Bagikan: