Pikiran Rakyat
USD Jual 14.048,00 Beli 14.146,00 | Cerah berawan, 29.7 ° C

Perguruan Tinggi Indonesia Tidak Perlu Memaksakan Rektor Asing

Tim Pikiran Rakyat
ILUSTRASI rektor asing.*/NET
ILUSTRASI rektor asing.*/NET

SERANG, (PR).- Ketua Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta (ABPPTS) Banten Mulya R Racmatoellah mengatakan, dirinya bukan anti dengan program mendatangkan rektor asing untuk memimpin perguruan tinggi di Indonesia.

"Cuma semuanya harus jelas. Tidak bisa serba dipaksakan. Harus dimappingkan dulu. Apa kebutuhan yang mendesak bagi perguruan tinggi Indonesia, agar bisa bersaing di dunia internasional," ujar Mulya saat ditemui di Kampus Unsera, Selasa 6 Agustus 2019.

Sebelumnya, Menteri Riset Teknologi Perguruan Tinggi Negeri (Menristekdikti) Mohamad Nasir menyampaikan rencana untuk menerapkan kepemimpinan rektor asing di berbagai universitas di Indonesia. Kebijakan tersebut akan diberlakukan pada 2020.

Menurut Mulya, mulai sekarang harus dimappingkan, mana yang paling siap, mana yang belum dan mana perguruan tinggi yang ditargetkan rektornya dari asing. "Kalau banyak, dua sampai lima perguruan tinggi dengan rektor dari luar negeri sampai 2024, ya mulai 2020 harus kita programkan," ucapnya kepada wartawan Kabar Banten, Denis Asria.

Mulya menambahkan,  rektor asing boleh saja memimpin perguruan tinggi di Indonesia. Misalnya rektor tersebut punya kerja sama langsung dengan kampus yang ada di Indonesia. Rektor yang bersangkutan diberikan target khusus, dengan segala konsekuensinya.

Di sisi lain, Mulya juga meyakini, sebenarnya di Indonesia masih banyak calon-calon rektor yang memiliki kualifikasi. Hanya, mereka belum mendapat kesempatan untuk tampil.

"Pasti ada. Tidak mungkin dari sekian banyak calon rektor, semuanya di bawah standar. Jadi tidak semuanya perguruan tinggi Indonesia, memaksakan diri mendatangkan rektor asing," pungkasnya.***

Bagikan: