Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Cerah, 28.3 ° C

Disiapkan Rp16,7 Triliun, Sekolah-sekolah Rusak Akan Diperbaiki dengan Dana Alokasi Khusus 2020

Dhita Seftiawan
SISWA-siswi SD Negeri Roda, Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, sedang belajar di ruangan dengan kondisi rusak dan disekat oleh gorden karena sebagian ruangannya dipakai untuk kantor tata usaha, Selasa, 30 Juli 2019. Berada di tengah Kota Bogor, satu-satunya SDN di Kelurahan Babakan Pasar itu luput dari perhatian dan tidak diperbaiki Pemkot Bogor dengan alasan keterbatasan anggaran.*/WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR
SISWA-siswi SD Negeri Roda, Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, sedang belajar di ruangan dengan kondisi rusak dan disekat oleh gorden karena sebagian ruangannya dipakai untuk kantor tata usaha, Selasa, 30 Juli 2019. Berada di tengah Kota Bogor, satu-satunya SDN di Kelurahan Babakan Pasar itu luput dari perhatian dan tidak diperbaiki Pemkot Bogor dengan alasan keterbatasan anggaran.*/WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR

JAKARTA, (PR).- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyiapkan Rp16,7 triliun untuk dana alokasi khusus (DAK) fisik tahun anggaran 2020. Dana tersebut akan disalurkan kepada hampir 50.000 sekolah mulai dari SD hingga SMA/SMK.

Mendikbud, Muhadjir Effendy, mengatakan, penggunaan DAK harus tepat guna dan tepat sasaran. Penggunaan DAK  harus berkesinambungan bagi satuan pendidikan yang membutuhkan. Sekolah yang sudah memiliki infrastruktur fisik yang bagus tidak diberi lagi DAK.

"DAK bukan untuk sekolah yang sudah bagus, atau sekolah yang agak bagus menjadi bagus. Tetapi bantulah sekolah yang sangat jelek dan dibikin menjadi sangat bagus,” kata Muhadjir di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Rabu, 7 Agustus 2019.

Ia menyatakan, penyaluran DAK diprioritaskan bagi sekolah yang berada di pinggiran dan terpencil. Selain untuk membangun atau memperbaiki unit kelas rusak, dana tersebut juga untuk mendukung digitalisasi sekolah.

"Karena itu, dananya fokus, jangan diecer. Kalau fokus ke satu sekolah yang membutuhkan, bisa itu. Itu membangun dari pinggiran, dimulai dari yang paling parah, paling jelek, menjadi bagus," ujarnya.

Ia pun menyatakan, digitalisasi sekolah menjadi sangat penting untuk pemerataan kualitas pendidikan. Dengan digitalisasi, semua sekolah di pinggiran bisa mengakses informasi berbasis dalam jaringan yang disediakan Kemendikbud. ”Implikasinya, pelatihan guru untuk bisa mengajar siswa yang berbasis daring," katanya. 

DAK dialokasikan berdasarkan usulan kebutuhan daerah

ATAP serta pilar penyangga ruang kelas Sekolah Menengah Pertama Negeri 01 Muaragembong tampak rusak parah, Kamis 4 April 2019. Sekolah ini sempat dikunjungi Presiden Joko Widodo dan dijanjikan mulai direvitalisasi Maret. Namun hingga kini, rencana tersebut tak kunjung terealisasi.*/TOMMI ANDRYANDY/PR

Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Didik Suhardi, mengatakan, penyaluran dan peruntukan DAK sudah dirapatkan dengan pemerintah daerah. Agar tepat sasaran dan tepat guna, Kemendikbud juga sudah melakukan sinkronisasi dan harmonisasi usulan DAK fisik bidang pendidikan.

Ia mengungkapkan, masih ada program strategis nasional yang belum bisa dikerjakan oleh pemda sehingga diakomodasi  melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Diwujudkan melalui dana transfer daerah, dalam hal ini melalui DAK," ujar Didik.

Menurut dia, penentuan besaran DAK akan berdasarkan usulan kebutuhan daerah yang selaras dengan program prioritas nasional. Tujuannya untuk peningkatan dan pemerataan penyediaan infrastruktur pelayanan publik. DAK memiliki tiga lingkup rencana bidang, yaitu DAK regular, DAK afirmasi, dan DAK penugasan.

Penggunaan DAK fisik diharapkan dapat  meningkatkan layanan pendidikan dengan mendukung kebijakan zonasi layanan pendidikan. "Ini kami sinkronkan antara program pusat dengan daerah yang bisa di-cover melalui APBN dan APBD, sehingga percepatan kualitas layanan pendidikan bisa segera kita wujudkan,” katanya.

Penggunaan DAK menargetkan rehabilitasi dan pembangunan ruang kelas sebanyak 31.812 ruang serta rehabilitasi dan pembangunan perpustakaan sekolah sebanyak 2.200 unit. Selain itu, DAK digunakan juga untuk rehabilitasi dan pembangunan laboratorium, serta ruang praktik siswa sebanyak 4.625 unit. 

Alokasi DAK juga ditujukan untuk penyediaan alat praktik siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebanyak 1.112 paket. Selain itu, DAK ditujukan untuk pembangunan baru prasarana gedung olahraga sebanyak 30 unit, serta pembangunan dan rehabilitasi perpustakaan daerah sebanyak 50 unit. 

"DAK ini akan menjadi harapan bersama, sehingga kegiatan yang sudah ditentukan bersama sifatnya akan menetap, tentu setelah dimasukkan dengan DAK. Tidak mungkin lagi diubah sasarannya, sehingga akan sangat fokus, sehingga pembagian beban kerja antara pusat dengan daerah akan betul-betul kami laksanakan dengan baik," ucapnya.***

Bagikan: