Pikiran Rakyat
USD Jual 14.032,00 Beli 14.130,00 | Umumnya berawan, 30.1 ° C

Literasi Rendah, Masyarakat Menyukai Ujaran Kebencian

Dewiyatini
ILUSTRASI literasi.*/ANTARA
ILUSTRASI literasi.*/ANTARA

BANDUNG, (PR).- Indonesia dengan tingkat literasi masyarakat yang rendah menyebabkan banyak dari masyarakat yang terpengaruh terhadap informasi yang tidak benar, sehingga memicu  munculnya ujaran kebencian di tengah masyarakat. Untuk itu edukasi terhadap media, dan informasi sangat dibutuhkan, seperti literasi media.

Koordinator Task Force Jawa Barat, Ni Loh Gusti Madewanti menuturkan, dibutuhkan kolaborasi untuk mengedukasi masyarakat. Madewanti mengatakan hal itu untuk menguatkan persepsi dan afirmasi bahwa saat ini berbagi peran siapa melakukan apa di Jawa Barat untuk pencegahan kekerasan ekstremisme berbasis ideologi yang menyebar melalui ujaran kebencian, hoaks, dan kampanye hitam menjadi urgensi bersama.

“Bekerja dan berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam relasi bermitra untuk mengedukasi terkait dengan pentingnya literasi media kepada masyarakat,” ujarnya pada Senin 5 Agustus 2019.

Madewanti mengatakan kegiatan edukasi tersebut akan dilaksanakan di beberapa daerah di Jawa Barat. Terakhir telah dilakukan di kota keenam yaitu Kab. Pangandaran. Madewanti menyebutkan target edukasi dilakukan di 10 kota. 

Madewanti berharap output training literasi media ini dapat meningkatkan kapasitas, juga meningkatkan semangat menyebarluaskan toleransi dan keberagaman di tengah masyarakat. Bahkan dapat menularkan pemahaman yang sama kepada daerah lain dan berjalan berkelanjutan. 

Kepala Divisi Klarifikasi & Diseminasi Jabar Saber Hoaks Alfianto Yustinova mengapresiasi inisiatif kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, baik dari unsur pemerintahan termasuk masyarakat sipil ini. Ia mengatakan titik penting untuk melawan hoaks dan ujaran kebencian bukan menyasar pada produsennya. Tapi pada masyarakat agar lebih cerdas menelaah, mengecek, memverifikasi informasi yang beredar sebelum menyebarkannya.***

Bagikan: