Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Cerah, 28.3 ° C

Rektor Asing Tak Selesaikan Persoalan

Catur Ratna Wulandari
Ilustrasi.*/CANVA
Ilustrasi.*/CANVA

BANDUNG, (PR).- Rencana pemerintah menjadikan akademisi asing mengisi jabatan rektor di PTN hanyalah jalan pintas untuk menembus pemeringkatan dunia. Padahal perguruan tinggi seharusnya tidak melulu soal menembus peringkat dunia. Lebih dari itu, perguruan tinggi harus mampu menyelesaikan persoalan bangsa.

Rektor Universitas Katolik Parahyangan Mangadar Situmorang berpendapat, rencana pemerintah itu tidak tepat. Langkah itu hanya menjadi cara instan dan parsial untuk meningkatkan peringkat universitas. Cara itu hanya menjauhkan peran perguruan tinggi dalam menyelesaikan persoalan bangsa.

Mangadar mengatakan, persoalan pendidikan tinggi tidak sekadar bagaimana meningkatkan publikasi ilmiah di jurnal bereputasi, meningkatkan peringkat dunia, maupun memperbanyak sitasi belaka. 

"Ada hal yang lebih mendasar dan mendesak untuk perguruan tinggi bisa jadi world class university tapi versi Indonesia sendiri. Artinya perguruan tinggi Indonesia haris menjawab persoalan nasional. Apakah itu kemiskinan, pengangguran, sampai soal kepatuhan hukum, HAM. Sampai saat ini perguruan tinggi belum cukum menjawab tantangan itu," tuturnya saat dihubungi, Rabu, 31 Juli 2019.

Kehadiran rektor asing, katanya, bisa jadi mampu mendongkrak mutu publikasi dan penelitian. Tapi persoalan bangsa tetap tidak terpecahkan. Salah satunya karena pemimpin perguruan tinggi dari luar negeri itu tidak cukup memahami persoalan Indonesia sebagai bangsa. 

"Harusnya lebih bangga kalau lulusan perguruan tinggi bisa lebih mandiri, disiplin, peduli, dan taat hukum. Ini akan menjadi kontribusi perguruan tinggi yang lebih riil," ucapnya.***

Bagikan: