Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Sedikit awan, 19.4 ° C

Memprihatinkan, Satu Gedung Digunakan Empat SD Negeri Majalaya

Sarnapi
GURU SD Negeri Majalaya 10, Tajudin, membuka buku koleksi perpustakaan sekolah yang ruangannya rusak parah akibat banjir, Rabu, 24 Juli 2019.*/SARNAPI/PR
GURU SD Negeri Majalaya 10, Tajudin, membuka buku koleksi perpustakaan sekolah yang ruangannya rusak parah akibat banjir, Rabu, 24 Juli 2019.*/SARNAPI/PR

DATANG ke SD Negeri di komplek Alun-Alun Majalaya bisa jadi akan membingungkan. Dalam satu gedung dengan 12 ruangan kelas ternyata diisi empat SD Negeri, yakni SDN Majalaya 1, SDN Majalaya 5, SDN Majalaya 8 dan SDN Majalaya 10.

Dari 12 ruangan itu juga tak semuanya mulus kondisinya. Setidaknya ada empat ruangan kelas yang mengalami kerusakan parah akibat banjir yang kerap menggenangi wilayah sekitar Alun-alun Majalaya.

"Karena ruangan terbatas sehingga pembelajaran pagi dan sore bergantian," kata Kepala SDN Majalaya 10, Entin Kustini, di sela-sela "PLN  Majalaya Mengajar", Rabu, 23 Juli 2019.

Program PLN mengajar merupakan rangkaian Hari Anak Nasional yang digelar PLN secara nasional. Acara diisi Manajer ULP Majalaya Kota Fanny Hadi Susanto dan 
para pejabat pelaksana Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) PLN Majalaya  dan melibatkan Pemadam Kebakaran Kabupaten Bandung.

Menurut Entin, idealnya setiap SD memiliki enam ruangan kelas ditambah kantor dan perpustakaan. "Karena masing-masing SD hanya punya tiga ruang kelas dan satu ruang kantor sehingga bergantian belajarnya. Ruangan SDN Majalaya 1 dipakai juga untuk SDN Majalaya 10 dan ruangan SDN Majalaya 5 juga dipakai SDN Majalaya 8," ujarnya.

Apabila SDN Majalaya 1 belajar pada pagi hari, maka SDN Majalaya 10 harus ngalah dengan belajar pada siang hari. "Seminggu belajar di pagi hari dan seminggu lagi pada siang hari. Masalahnya kini ada kewajiban belajar di madrasah Diniyah takmiliyah sehingga belajar siang sampai sore hari bisa terganggu dan orangtua siswa juga keberatan ada kelas siang," ujarnya.

Selain kekurangan ruang kelas, kata Entin, banyak ruangan kelas yang sudah rusak parah akibat diterjang banjir yang melanda saat hujan besar turun di Majalaya. "Air hujan masuk ke kelas-kelas sehingga lantai kelas dan plafon rusak. Karena tak ada ruangan lagi sehingga kelas rusak tetap dipakai untuk belajar mengajar," katanya.***

Bagikan: