Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Sebagian berawan, 23.3 ° C

Bandung Startup Pitching Day 2019, Pertemukan 25 Startup dengan 16 Venture Capital

Catur Ratna Wulandari
Ilustrasi.*/CANVA
Ilustrasi.*/CANVA

BANDUNG, (PR).- Sebanyak 25 perusahaan rintisan menjelaskan bisnisnya di hadapan 16 venture capital di ajang Bandung Startup Pitching Day 2019. Acara tahunan ini digulirkan untuk membangun ekosistem startup Bandung dan membuka akses pendanaan bagi mereka.

Penyelenggaraan kedua ini diselenggarakan atas kolaborasi Thegreaterhub SBM ITB, Startup Bandung, Startup Grind Bandung, dan Geek Hunter. Dari 135 pendaftar, telah dipilih 25 startup untuk mempresentasikan bisnisnya di hadapan para calon investor. 

"Dibanding tahun lalu, jumlah pendaftar nambah. Tahun lalu 75 startup, sekarang 135," kata Direktur Thegreaterhub SBM ITB Dina Dellyana ditemui di sela-sela penyelenggaraan Bandung Startup Pitching Day 2019 di Aula Timur ITB, Rabu, 17 Juli 2019.

Meski jumlah pendaftar meningkat, startup yang terpilih mengikuti pitching dibatasi 25 saja. Mereka adalah startup yang sudah lolos seleksi administrasi dan memenuhi sejumlah kriteria, mulai dari efektivitas sampai tingkat keberlanjutannya.

Tahun ini, kegiatan pitching bisa disaksikan oleh startup lain yang tak ikut pitching. Secara keseluruhan ada 256 startup yang ikut hadir.

Dina menjelaskan, kegiatan ini menjadi kesempatan emas bagi startup maupun calon investor. Dalam satu kesempatan mereka bisa bertemu tidak hanya satu tapi 25 startup.

Demikian juga dengan startup yang bisa bertemu dengan 16 calon investor langsung. "Selama ini venture capital harus cari satu-satu. Kalau sekarang peserta sudah diseleksi, mereka tinggal duduk dan mendengarkan. Jadi menghemat tenaga," tuturnya.

Peserta pitching kali ini, kata Dina didominasi usaha digital. Beberapa diantaranya bidang edutech dan foodtech. Dua bidang itu memang sedang berkembang, selain juga bidang kesehatan dan e-commerce.

Startup yang mengikuti pitching ialah HaloFina, Fammi, Marlin Booking, Eduka System, Luar Sekolah, Kliktrip, Listriku.id, Reflex, Micepedia, SimpliDOTS, Lingkaran, Pinisi -Edubox, Hear Me, Launcher.id, Siap Belajar, Proyekin.com, Zafato, Chatbiz.id, Duniatambang.co.id, Cause Virtual Run, Sportigo, Waroong, Mandala - Netrada, Ceklab, dan eLarvae.

Sementara 16 venture capital yang hadir ialah Alpha JWC Ventures, Alpha Momentum, ANGIN, DNC (Discoverry Nusantara Capital), East Ventures, Everhaus, Ficus, MDI Ventures, Openspace Ventures, Prasetia Ventura, Salim Group, Venturra Discovery, Wavemaker, Finch Capital, UMG Idealab, dan Coffee Ventures.

Dina menjelaskan, kegiatan ini membuka peluang pendanaan bagi startup. Kegiatan ini memberi kesempatan bagi investor yang tertarik untuk melakukan komunikasi lebih lanjut dengan startup yang diincar. "Kalau jumlah investasinya nanti mereka ngobrol sendiri," katanya.

Business Developer Siap belajar, Hilmi Dhiya mengatakan, ajang seperti ini sangat membantu startup baru. Sebab tidak mudah bagi perusahaan rintisan yang masih tahap awal untuk mendapat pendanaan.

Startup bidang pendidikan ini berdiri sejak 2017. Sudah ada beberapa kali komunikasi dengan calon investor tak berujung dengan pendanaan. "Kami butuh sekitar Rp 2,5 miliar," ujarnya.

Meski sudah pernah melakukan pitching, ia baru pertama mengikuti Bandung Pitching Day yang langsung bertemu dengan banyak venture capital. Ia berharap lewat ajang ini, bisa bertemu dengan investor yang cocok. "Semoga bisa gol," ucapnya.

Head of Accelerator MDI, sebuah venture capital di bawah Telkom Indonesia, Alvin Evander mengatakan, perusahaannya mempunyai program Indigo yang bertujuan investasi di startup yang masih tahap awal. Ajang ini menjadi kesempatan yang efektif untuk bertemu dengan startup yang sudah dikurasi.

"Kami tidak melihat industri apa secara spesifik, kalau menarik dan produk bagus, kami tertarik investasi," katanya.

Menurut Alvin, faktor paling penting dalam menilai startup ialah pengalaman tim. Pengalaman para pendiri startup menjadi kunci. "Foundernya pernah ngapain aja.
Lebih melihat founder bisa mengekseskusi idenya atau tidak," katanya. 

Dekan SBM ITB Sudarso Kaderi Wiyono mengatakan, ada perkembangan menggembirakan dilihat dari peningkatan peserta, baik dari sisi startup juga venture capital. Dari segi konten pun semakin beragam dan lebih banyak aspek teknologinya.

Ia berharap pada tahun mendatang ajang ini bisa diikuti oleh lebih banyak peserta, terutama dari luar ITB. "Banyak di luar yang punya potensi besar tapi punya kendala bagaimana mengekspose dirinya. Kita ajak semua, bersama-sama maju untuk Bandung dan Jawa Barat," ujarnya.

Ia berharap pula tahun depan skalanya bisa ditingkatkan menjadi seluruh Indonesia.***

Bagikan: