Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Sebagian cerah, 31.3 ° C

Ada Perpeloncoan, Wali Kota Siap Copot Jabatan Kepala Sekolah

Tim Pikiran Rakyat
FOTO ilustrasi kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah.*/ANTARA
FOTO ilustrasi kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah.*/ANTARA

SERANG, (PR).- Bagi sekolah yang melakukan tindak kekerasan atau perpeloncoan, Kepala Sekolah sebagai penanggungjawabnya akan dikenakan sanksi dengan diturunkan jabatannya menjadi guru kembali. Hal tersebut dikatakan oleh Wali Kota Serang Syafrudin pada saat meninjau kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk peserta didik baru di SMP Negeri 1 Kota Serang, Selasa 16 Juli 2019.

Ia mengatakan, tak segan-segan memberikan sanksi, apabila ada sekolah yang melakukan tindak kekerasan terhadap peserta didik baru. Dirinya juga akan memberikan sanksi kepada Kepala Sekolah, jika tidak bisa menangani kasus tersebut secara benar, maka sanksinya adalah dengan diturunkan menjadi guru.

"Kalau memang ternyata ada (perpeloncoan) dan kepala sekolah tidak bisa mengatasi, maka dia yang harus bertanggung jawab. Mungkin akan dijadikan guru lagi, diturunkan dari jabatan kepala sekolah. Insya Allah nanti saya akan melakukan sidak ke sekolah-sekolah lainnya," ujarnya.

Peninjauan itu juga dimaksudkan untuk memastikan tidak adanya perpeloncoan di lingkungan sekolah. Tak lupa, Syafrudin pun mengimbau kepada pihak sekolah untuk tidak melakukan hal tersebut di lingkungan pendidikan. 

"Alhamdulillah tidak ada kasus perpeloncoan di sekolah ini. Saya juga mengimbau kepada sekolah yang ada di Kota Serang, baik tingkat SD maupun SMP yang melaksanakan MPLS, laksanakanlah dengan baik sesuai dengan aturan. Kemudian, saya juga berharap tidak ada lagi kasus kekerasan di sekolah, khususnya Kota Serang," katanya.

SMP Negeri 1 menjadi pilihannya, karena sekolah tersebut masih dianggap menjadi favorit di Kota Serang. Sehingga banyak orang tua yang mendaftarkan anaknya di sekolah itu. Oleh karenanya, ia melakukan peninjauan sekaligus inspeksi mendadak (sidak). Syafrudin juga berencana untuk mengunjungi sekolah lainnya, yang juga melaksanakan MPLS.

"Karena saya melihat sekolah SMP ini favorit, maka saya datang ke sekolah ini, dan memastikan tidak ada tindak kekerasan, baik dari guru ataupun kakak kelasnya. Saya juga menanyakan kepada peserta didik baru dan kepala sekolah terkait perpeloncoan itu," ucapnya kepada wartawan Kabar Banten, Rizki Putri.

Betah di sekolah

Sementara, Kepala SMP Negeri 1 Kota Serang Mohammad Syukur mengatakan tidak ada tindak kekerasan atau perpeloncoan di lingkungan sekolahnya. Justru dirinya membuat suasana sekolah menjadi lebih menyenangkan dengan menciptakan suasana yang nyaman. Sehingga para siswa betah dan senang mengikuti setiap kegiatan di sekolahnya.

"Karena mereka adalah tamu bagi kami, dan kami harus menerimanya dengan baik. Maka, harus tercipta suasanya aman, nyaman dan enjoy disekolah. Agar mereka tenang saat menghadapi kegiatan belajar mengajar di sekolah," jelasnya.

Sebelumnya ia juga telah memberikan arahan kepada kesiswaan dan osis agar jangan sampai terjadi tindak kekerasan. Baik itu secara fisik maupun verbal atau "bullying" yang saat ini marak terjadi di lingkungan sekolah dan biasanya peserta didik baru serta adik tingkat yang mengalaminya.

"Saya juga sudah wanti-wanti kepada mereka, osis dan kesiswaan jangan sampai terjadi di sekolah ini. Tidak hanya secara fisik, tapi juga secara verbal, karena ini juga termasuk perpeloncoan mental. Oleh karena itu, kami juga memberikan pendidikan karakter kepada setiap siswa dan siswi yang ada disini," katanya.

Apalagi, SMP Negeri 1 merupakan Sekolah Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Tentu saja hal semacam itu sangat dilarang keras. Seperti membentak dan melakukan suatu tindakan yang tidak terpuji.***

Bagikan: