Pikiran Rakyat
USD Jual 14.075,00 Beli 14.173,00 | Umumnya cerah, 32.6 ° C

Siswa Senior Diimbau Tidak Terlibat dalam MPLS

Catur Ratna Wulandari
ILUSTRASI penerimaan peserta didik baru (PPDB).*/DOK. PRFM
ILUSTRASI penerimaan peserta didik baru (PPDB).*/DOK. PRFM

BANDUNG, (PR).- Forum Orangtua Siswa (Fortusis) mengingatkan kepala sekolah agar tidak melibatkan siswa senior atau OSIS dalam Panitia Penyelenggara Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Hal itu untuk mengihindari terjadinya perpeloncon dari siswa senior kepada siswa baru.

Ketua Fortusis  Dwi Soebawanto mengatakan, siswa tidak mempunyai kewenangan untuk memberi tugas kepada siswa yang lain. Namun kebiasaan sekolah kerap menyerahkan kegiatan MPLS kepada OSIS. Sementara guru hanya sebagai pembimbing.

"Berdasarkan Permendikbud Nomor 18 tahun 2016 tentang Pedoman MPLS, pasal 5 menyebutkan perencanaan dan penyelengaraan kegiatan MPLS hanya menjadi hak guru," katanya melalui siaran pers, Rabu 10 Juli 2019.

Permendikbud telah mengatur, jika sekolah tidak mempunyai jumlah tenaga pendidik memadai dalam penyelengaraan MPLS, barulah dapat melibatkan siswa atau pengurus OSIS. Namun dibatasi jumlahnya paling banyak dua orang setiap rombongan belajar. "Namun penyelenggaranya tetap dipegang guru," ujarnya.

MPLS juga dilarang melibatkan kakak kelas maupun alumni sebagai penyelenggara. MPLS juga tak boleh  bersifat perpeloncoan atau tindakan kekerasan lainnya.

Masih berdasar Permendikbud itu, MPLS dilarang memberikan tugas yang tidak relevan kepada siswa baru. Misalnya saja atribut yang tidak sesuai dengan kegiatan pembelajaran.

Demikian juga dengan pungutan-pungutan baik berupa biaya kegiatan maupun bentuk pungutan lainnya dilarang dalam MPLS.

Fortusis berharap, tidak ada lagi orangtua yang melapor karena anaknya mengalami perpenloncoan dari seniornya. Meski begitu, Fortusis tetap akan membuka  pengaduan orangtua siswa bila selama pelaksanaan MPLS ditemukan pelanggaran.***

Bagikan: