Pikiran Rakyat
USD Jual 14.024,00 Beli 14.122,00 | Umumnya berawan, 20.1 ° C

Pengumuman SBMPTN 2019, ITB dan UI Masih Terbaik di Bidangnya

Dhita Seftiawan
Warga mengakses  laman sbmptn.ac.id menggunakan gawai, Kamis, 21 Februari 2019.*/SISKA NIRMALA/PR
Warga mengakses laman sbmptn.ac.id menggunakan gawai, Kamis, 21 Februari 2019.*/SISKA NIRMALA/PR

JAKARTA, (PR).- Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Indonesia (UI) masih menjadi kampus terbaik di Indonesia berdasarkan hasil pengumuman Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019. ITB memiliki nilai rerata diterima tertinggi dengan 689,75 poin untuk bidang sains dan teknologi, sedangkan UI tertinggi untuk bidang sosial humaniora dengan nilai 662,83 poin.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir menuturkan, sistem baru yang diterapkan dalam SBMPTN tahun ini lebih transparan dan berkeadilan. Pasalnya, calon mahasiswa sudah mengantongi nilai terlebih dahulu setelah mengikuti tes yang diselenggarakan Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi Negeri (LTMPT).

“Berbeda dengan tahun lalu, mereka tes langsung di masing-masing kampus tujuan. Perubahan ini sangat penting dan mendasar dan sebagai langkah membangun good governance. Kompetisinya pun lebih sehat,” kata Nasir dalam Pengumuman Hasil SBMPTN di Kantor Kemenristekdikti, Jakarta, Selasa, 9 Juli 2019.

Menurut dia, persaingan masuk ke PTN menjadi lebih merata. Kendati demikian, tingkat kegagalan untuk masuk PTN tujuan lebih rendah.

Nasir menegaskan, kualitas ITB, UI dan PTN yang masuk dalam 10 besar masih terjaga. “Yang tidak diterima jangan putus asa, masih ada jalur Mandiri,” katanya.

Rektor ITB Kadarsah Suryadi mengapresiasi positif sistem SBMPTN yang diterapkan tahun ini. Menurut dia, proses penyaringan calon mahasiswa menjadi lebih terukur dan adil.

Pasalnya, setiap calon mahasiswa mampu mengukur kemampuannya masing-masing berdasarkan ujian tes berbasis komputer yang digelar LTMPT. “Semua rektor juga senang dengan sistem baru ini,” kata Kadarsah.

Sementara itu Kepala LTMPT Ravik Karsidi menuturkan, hampir semua dari 85 PTN yang berada di bawah Kemenristekdikti membuka jalur Mandiri. Menurut dia, sesuai Permenristekdiki, batas maksimal kuota Mandiri sebesar 20% dari total daya tampung setiap kampus. Sementara itu, kuota minimal untuk SBMPTN sebesar 40% dari total daya tampung.

“Memang sekarang sebagian besar PTN kembali membuka jalur Mandiri, termasuk ITB,” katanya.***

Bagikan: