Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sedikit awan, 20.9 ° C

Tim Pelajar SMP Jawa Barat Raih Juara Umum pada Olimpiade Sains Nasional 2019

Dhita Seftiawan
TIM pelajar Jawa Barat menjadi juara umum pada Olimpiade Sains Nasional jenjang Sekolah Menengah Pertama (OSN SMP) 2019 yang diselenggarakan di Yogyakarta dan berakhir pada Sabtu, 6 juli 2019. Jabar meraih dua medali emas, delapan perak, dan enam perunggu pada tiga bidang yang dilombakan.*/DOK KEMENDIKBUD
TIM pelajar Jawa Barat menjadi juara umum pada Olimpiade Sains Nasional jenjang Sekolah Menengah Pertama (OSN SMP) 2019 yang diselenggarakan di Yogyakarta dan berakhir pada Sabtu, 6 juli 2019. Jabar meraih dua medali emas, delapan perak, dan enam perunggu pada tiga bidang yang dilombakan.*/DOK KEMENDIKBUD

JAKARTA, (PR).- Provinsi Jawa Barat meraih prestasi gemilang pada Olimpiade Sains Nasional jenjang Sekolah Menengah Pertama (OSN SMP) 2019. Jabar menjadi juara umum dengan perolehan medali terbanyak, yaitu 16 medali dari 90 total medali yang diperebutkan.

Jabar meraih dua medali emas, delapan perak, dan enam perunggu pada tiga bidang yang dilombakan. Ketiganya yaitu Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Matematika. 

OSN merupakan ajang tahunan yang bertujuan untuk membina kompetensi siswa pada jenjang Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, hingga Sekolah Menengah Atas. OSN jenjang SMP tahun 2019, diikuti sebanyak 407 siswa dari 34 provinsi, dan 68 pendamping. Perhelatan ini telah berlangsung di Provinsi DI Yogyakarta, pada 30 Juni 2019 - 6 Juli 2019. Untuk jenjang SD, juara umum diraih oleh DKI Jakarta.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Didik Suhardi, menyatakan apresiasinya terhadap prestasi yang diraih para siswa dari Jabar. Menurut dia, prestasi yang diperoleh merupakan hasil dari dedikasi, waktu, perhatian, dan semangat yang tinggi dari para siswa peserta OSN, maupun dari para guru pembina. 

"Selamat kepada para peserta, prestasi ini pasti diperoleh dengan kerja keras. Kalian semua adalah yang terbaik, dari yang terbaik," ujar Didik dalam siaran pers di Jakarta, Minggu, 7 Juli 2019.

TIM pelajar Jawa Barat menjadi juara umum pada Olimpiade Sains Nasional jenjang Sekolah Menengah Pertama (OSN SMP) 2019 yang diselenggarakan di Yogyakarta dan berakhir pada Sabtu, 6 juli 2019. Jabar meraih dua medali emas, delapan perak, dan enam perunggu pada tiga bidang yang dilombakan.*/DOK KEMENDIKBUD

Ia berpesan agar para siswa, sekolah, dan guru dapat mempersiapkan diri untuk kemampuan sains di tingkat internasional. Ia mengharapkan ada pelatihan dan penyuluhan bahwa olimpiade adalah pekerjaan sangat panjang dan perlu kerja keras, dengan penyetaraan untuk skala internasional.

"Ada olimpiade internasional, jangan berpuas diri, Kemendikbud akan memanggil siswa berprestasi di (OSN) tingkat nasional untuk mengikuti kompetisi di tingkat internasional," ucapnya.

Didik mengatakan, ia pun berharap agar prestasi OSN dapat merata pada seluruh siswa di tanah air, khususnya para siswa dari Indonesia bagian timur. "Saya berharap betul, prestasi OSN dapat diraih juga oleh siswa dari luar Jawa, sehingga dapat tercapai pemerataan pendidikan, yang salah satunya melalui pencapaian kompetisi nasional, yaitu seperti Olimpiade Sains Nasional," ujarnya.

OSN menjadi stimulus mengembangkan mutu pendidikan sains

TIM pelajar Jawa Barat menjadi juara umum pada Olimpiade Sains Nasional jenjang Sekolah Menengah Pertama (OSN SMP) 2019 yang diselenggarakan di Yogyakarta dan berakhir pada Sabtu, 6 juli 2019. Jabar meraih dua medali emas, delapan perak, dan enam perunggu pada tiga bidang yang dilombakan.*/DOK KEMENDIKBUD

Sementara, Direktur Pembinaan SMP pada Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud, Poppy Dewi Puspitawati, mengatakan, partisipasi siswa dari seluruh wilayah Indonesia sangatlah penting untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan. Apalagi, khususnya pembelajaran di bidang sains.

OSN, lanjut Poppy, merupakan ajang yang dapat berdampak sistemik bagi ekosistem pendidikan di Indonesia. OSN akan mendorong para pemangku kepentingan layanan pendidikan agar dapat memfasilitasi prestasi siswa SMP di ajang skala nasional. 

"OSN ini ajang bergengsi karena pemenangnya memiliki kebanggaan tersendiri, dapat memperoleh beasiswa ke universitas ternama di Indonesia," ujar Poppy. 

Ia mengatakan, prestasi yang diraih pada ajang OSN menjadi stimulus bagi pemerintah daerah atau sekolah untuk mendukung kemampuan sains para siswa perwakilan wilayah masing-masing. Kegiatan OSN diharapkan menggerakkan semua komponen ekosistem pendidikan untuk peningkatan mutu pendidikan di bidang sains.

Untuk OSN 2019, seleksi peserta berlangsung secara berjenjang, yaitu dari tingkat kabupaten/kota pada 16 Maret 2019, lalu seleksi di tingkat provinsi pada 13 April 2019. Kompetisi ini merupakan bagian dari kegiatan pembinaan peserta didik untuk mendekatkan siswa dengan sains serta mendorong mereka agar menjadi peserta didik yang kreatif dan penuh inisiatif.***

Bagikan: