Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Umumnya cerah, 18.2 ° C

Jumlah Siswa yang Mendaftar ke SMAN 1 Parigi, Terbanyak Se-Kabupaten Pangandaran

Tim Pikiran Rakyat
GEDUNG SMA 1 Parigi Kab. Pangandaran.*/MUSLIH JERRY/KABAR PRIANGAN
GEDUNG SMA 1 Parigi Kab. Pangandaran.*/MUSLIH JERRY/KABAR PRIANGAN

PARIGI,(PR).- SMA 1 Parigi Kab. Pangandaran tetap menjadi sekolah favorit. Walaupun  penerimaan peserta didik baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi jarak, calon siswa yang mendaftar ke sekolah tersebut tetap membeludak.

Dari kuota 180 siswa, sampai pendaftaran ditutup tercatat ada 432 yang memilih zonasi jarak. Artinya ada kelebihan 252 siswa. "SMA 1 Parigi memang masih menjadi pilihan utama. Calon siswa sangat antusias mendaftar ke sekolah ini," kata Kepala SMA 1 Parigi, Drs. H. Eman Hermawan, Kamis 27 Juni 2019.

Menurut Eman, jumlah siswa yang mendaftar ke SMA 1 Parigi merupakan yang terbanyak se Kabupaten Pangandaran. Sekolah tetap saja menjadi buruan para lulusan SMP. Namun begitu, SMA 1 Parigi tetap tunduk pada sistem PPDB zonasi.

"Kita tetap menggunakan ruang belajar 5 kelas untuk kelas IX. Tiap kelasnya akan diisi oleh 36 siswa. Jadi total siswa baru ada 180 orang. Cuma yang mendatar tahun ini cukup banyak. Ini membuktikan, ada penilaian SMA 1 Parigi masih yang terbaik," ucap Eman kepada wartawan Kabar Priangan, Muslih Jerry.

Menurutnya jalur pendaftaran PPDB 2019 di Jawa Barat terbagi menjadi tiga jalur, yakni jalur zonasi, prestasi, dan perpindahan. Kuota jalur zonasi sebesar 90 persen, sedangkan prestasi dan perpindahan masing-masing 5 persen.

Selanjutnya persentasi setiap jalur pendaftaran terbagi beberapa kategori di antaranya untuk jalur zonasi yaitu persentasi 90 pesentasi dibagi menjadi 3 kategori 55 persen jalur zonasi jarak, 20 persen jalur zonasi Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KETM), anak berkebutuhan khusus (ABK) serta 15 persen jalur zonasi kombinasi.

"Penilaian jalur zonasi kombinasi berdasarkan 30 persen skor jarak domisili ke sekolah dan 70 persen nilai hasil ujian nasional (UN)," lanjutnya.

Jika kuota zonasi kombinasi atau KETM dan ABK tidak terpenuhi maka sisa kuota akan dilimpahkan pada jalur zonasi jarak. Jika jalur zonasi jarak tidak terpenuhi maka sisa kuota akan dilimpahkan pada jalur prestasi atau jalur KETM berdasarkan pendaftar terbanyak.

"Pada jalur prestasi dibagi menjadi dua kategori, yakni prestasi sebesar 2,5 persen untuk Nilai Hasil Ujian Nasional (NHUN) dan 2,5 persen untuk prestasi non-NHUN," katanya.

Prestasi non-NHUN berupa prestasi diraih siswa berdasarkan capaian kejuaraan dalam berbagai bidang, sedangkan jalur perpindahan tak ada pembagian kategori. Jalur ini diperuntukkan bagi calon peserta didik yang mengikuti tempat tugas orangtua dibuktikan dengan surat penugasan dari instansi/lembaga/perusahaan yang memberi tugas.

"Jadi kalau jalur perpindahan harus menyertai SK orangtua dimana bertugas," tambahnya.***

Bagikan: