Pikiran Rakyat
USD Jual 14.048,00 Beli 14.146,00 | Cerah berawan, 31.2 ° C

Jelang Pengumuman PPDB, Gubernur Kumpulkan Seluruh Kepala SMA/SMK

Tim Pikiran Rakyat
GUBERNUR Banten, Wahidin Halim (WH) mengumpulkan seluruh kepala SMA/SMK negeri se-Banten.*/BIRO ARTP SETDA PROVINSI BANTEN
GUBERNUR Banten, Wahidin Halim (WH) mengumpulkan seluruh kepala SMA/SMK negeri se-Banten.*/BIRO ARTP SETDA PROVINSI BANTEN

SERANG, (PR).- Gubernur Banten, Wahidin Halim (WH) mengumpulkan seluruh kepala SMA/SMK negeri se-Banten menjelang pengumuman Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) 29 Juni 2019 mendatang.

Seluruh kepala sekolah tersebut, dikumpulkan untuk merumuskan solusi terhadap calon peserta didik yang gagal masuk di sekolahnya akibat terbentur oleh sistem zonasi pendaftaran.

"Mereka kita kumpulkan untuk membahas persoalan-persoalan (PPDB) yang terjadi kemarin. Terutama untuk persiapan pengumumannya, masyarakat yang punya tapi tersingkirkan karena sistem zonasi itu," kata WH dalam acara Silaturahmi dan Pembinaan Gubernur Banten kepada Kepala SMA, SMK, dan SKh di Pendopo Gubernur, KP3B, Curug, Kota Serang, Rabu 26 Juni 2019.

WH mengatakan, pihaknya telah mengajukan sejumlah opsi ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk bisa menampung calon peserta didik yang gagal masuk sekolah SMA/SMK negeri Banten pada PPDB 2019. Salah satunya, dengan meminta Kemendikbud supaya menambah daya tampung rombongan belajar (rombel) di beberapa sekolah.

"Itu yang kita bicarakan, makanya itu yang kita laporkan ke menteri kemarin. Kita minta pertimbangan untuk sekolah-sekolah tertentu yang masih bisa tambah rombel, agar ditambah daya tampungnya. Atau bisa juga misalnya ada kelas sore, maka kita kita ajukan juga," ujar WH.

WH pun menginginkan dalam zonasi PPDB, masyarakat tidak mampu bisa lebih diutamakan untuk masuk di sekolah-sekolah SMA/SMK negeri di Banten. Untuk itu, pihaknya telah memerintahkan Sekretaris Daerah (Sekda) Banten untuk merumuskan opsi lain yang bisa menampung peserta didik yang tersingkir dalam sistem zonasi PPDB.

"Utamakan yang miskin dan punya prestasi. Pokoknya, komitmen kita jangan sampai masyarakat yang punya hak, punya kesempatan, lalu gagal masuk sekolah. Tapi, memang bukan berarti harus diterima semua. Daya tampungnya harus esuai kapasitas sekolah masing-masing," ucap WH.

Ubah kebijakan

Sekda Banten Al Muktabar mengatakan, secara teknis pemprov telah mengajukan sejumlah opsi kepada pemerintah pusat agar jumlah daya tampung peserta didik baru bisa lebih banyak pada PPDB 2019. Hasilnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan waktu itu langsung mengubah kebijakan khusus untuk wilayah Banten, dengan menambah kuota jalur prestasi pada PPDB 2019.

"Kemarin kan sudah langsung direspons, langsung dinaikan 15 persen untuk jalur prestasi. Perintah pak gub itu bagian yang harus dilaksanakan," kata Al Muktabar kepada wartawan Kabar Banten Rifat Alhamidi.

Terkait opsi penambahan rombel, Al Muktabar mengatakan bahwa hal itu akan diajukan terpisah kepada kementerian. Namun, pengajuan tersebut juga akan disesuaikan dengan jumlah kapasitas yang dimiliki oleh sekolah-sekolah negeri yang ada di Banten.

"Kalau secara kapasitas kemampuan sekolahnya ada, kita ajukan tertulis ke kementerian pendidikan. Dan itu memang sudah kita ajukan untuk penambahan rombel. Penambahan peluang-peluang lain untuk menambah ruang belajar baru, itu juga terus kita lakukan. Itu sudah diperintah kan ke saya. Makanya, hari ini kita kumpulkan kepala sekolah untuk membicarakan hal ini," ujar Al Muktabar.***

Bagikan: