Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 27.4 ° C

Beasiswa S2 Kesehatan Masih Minim

Dhita Seftiawan
Ilustrasi.*/REUTERS
Ilustrasi.*/REUTERS

JAKARTA, (PR).- Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi mendorong pihak swasta untuk memperbanyak program beasiswa pascasarjana di bidang kesehatan. Pasalnya, hingga saat ini, inovasi riset di bidang tersebut masih minim. Sebagian besar beasiswa yang disalurkan perusahaan swasta hanya untuk jenjang sarjana.

Direktur Karier dan Kompetensi Sumber Daya Manusia Kemenristekdikti Bunyamin Maftuh menegaskan, keterlibatan pihak swasta dalam pendanaan riset bidang strategis seperti kesehatan menjadi fundamental. Kolaborasi antara pemerintah, pengusaha dan pihak kampus harus terus ditingkatkan.

“Banyak swasta yang menyediakan beasiswa. Tapi baru memberikan untuk jenjang S1. Sedangkan S2 nya sangat sedikit. Padahal, negara dengan industri maju itu dimulai dari dana riset yang tinggi. Hasil riset kemudian dipakai kembali oleh pihak industri. Sekarang ada Dexa Group yang manyediakan beasiswa S2 bidang kesehatan, itu bagus,” kata Bunyamin saat menghadiri Dexa Award Science Scholarship (DASS) di Jakarta, Kamis, 27 Juni 2019.

Ia menuturkan, pihaknya akan menggandeng lebih banyak pihak swasta untuk menyediakan beasiswa di berbagai bidang keilmuan. Selain kesehatan, Kemenristekdikti juga mendorong peningkatan jumlah dan mutu riset di bidang kemaritiman dan sumber daya energi terbarukan.

Bunyamin menyatakan, lembaga dan dana riset yang dibiaya pemerintah sangat terbatas. Dengan demikian, kolaborasi riset dengan pihak industri mutlak diperlukan.

“Riset kami kalau dihasilkan oleh temuan-temuan, dipasarkan tidak bisa oleh kami, tetap harus menggandeng industri. Industri yang sudah punya riset sendiri, mereka menghasilkan dan bisa langsung ke pemasaran,” katanya.

CEO Dexa Group Ferry Soetikno menambahkan, DASS merupakan program beasiswa yang digagas Founder Dexa Group (Alm.) Rudy Soetikno. Semangat pengabdian dan kontribusi Rudy di bidang kesehatan ingin ditularkan kepada para generasi penerusnya melalui dukungan untuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

"Sejalan dengan dedikasi perusahaan di bidang farmasi dan kesehatan, kami turut aktif mendorong inovasi riset untuk kemajuan Indonesia. Beasiswa ini menjadi salah satu tools untuk mengembangkan kapasitas sumber daya manusia Indonesia di bidang inovasi riset yang sejalan dengan core competencies yang kami miliki yakni resources management, innovation, strategic alliances, and change management, ” kata Ferry.

Ia menilai, inovasi dan riset dalam mengembangkan produk farmasi berkualitas sangat penting. Pasalnya, hanya dengan riset bermutu, kualitas produk farmasi dalam negeri bisa bersaing di pasar dalam dan luar negeri.***

Bagikan: