Pikiran Rakyat
USD Jual 14.118,00 Beli 14.216,00 | Sebagian cerah, 29.9 ° C

Teknologi Informasi dan Komunikasi Berperan Strategis dalam Proses Kegiatan Belajar Mengajar

Dhita Seftiawan
null
null

JAKARTA, (PR).- Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Didik Suhardi menegaskan, memasuki era revolusi industri 4.0, guru harus menguasai perangkat teknologi informasi dan komunikasi (TIK). TIK berperan sangat strategis dalam proses kegiatan belajar mengajar di dalam dan luar kelas. TIK juga akan sangat membantu guru dalam mengajar secara efektif.

Ia menuturkan, dalam era modern seperti sekarang, peran guru di dalam kelas telah berubah. Guru bukan lagi satu-satunya sumber pengetahuan bagi siswa. Penetrasi internet dan pesatnya kemajuan TIK sangat mempengaruhi pengetahuan siswa. Dengan demikian, kompetensi guru pun harus bisa mengimbangi kondisi tersebut.

“Kalau dulu semboyannya adalah when the classroom door close, theacher is the king. Ketika pintu kelas ditutup, guru adalah raja. Maka nanti yang jadi rajanya itu selain guru ada juga TIK. Karena anak-anak sudah bawa TIK semua, anak-anak membawa gawai, yang itu sebetulnya bisa menggantikan kalau gurunya hanya biasa-biasa saja,” kata Didik di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Rabu, 26 Juni 2019.

Ia mengatakan, Kemendikbud melalui Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom) terus berupaya meningkatkan mutu guru di bidang TIK. Di antaranya melalui pelatihan secara berjenjang. Guru mata pelajaran TIK dan kepala sekolah secara bergantian mengikuti pelatihan tersebut.

“Kehadiran rumah belajar dan edukasi yang berada di bawah Pustekkom Kemendikbud harus betul-betul dimanfaatkan. Terutama oleh semua kepala sekolah dan guru di sekolah. Semua guru harus menyambut ini bersama-sama karena gratis, tidak ada biaya sedikit pun,” ujar Didik.

Ia menegaskan, fasilitas gratis yang diberikan Kemendikbud tersebut untuk mengurangi beban guru atau sekolah yang ingin belajar TIK. Ini karena, banyak software TIK yang sangat mahal dan berbayar.

Kepala Pustekom Kemendikbud Gogot Suharwoto menambahkan, kompetensi guru dalam mengelola pembelajaran dengan manfaatkan TIK merupakan kunci dari paradigma perubahan pendidikan. Untuk itu, pelatihan secara berkala dan berjenjang sangat penting agar pendidik TIK memiliki kompetensi dalam melaksanakan pembelajaran. 

“Melalui jaringan ini kami berharap bapak dan ibu guru serta kepala sekolah yang hadir bisa memanfaatkan rumah belajar dan TV Edukasi. Melalui jaringan ini, kami berharap bapak ibu guru dan kepala sekolah bisa memanfaatkan dan mengimplementasi rumah belajar dan TV Edukasi di sekolah bapak Ibu masing-masing,” kata Gogot.

Ia menuturkan, pelatihan terbuka untuk umum yang mau bekerja sama denan Pustekkom. Pada pekan ini, Pustekkom mengandeng Dharma Wanita Pertiwi (Persatuan istri prajurit TNI) menggelar pelatihan pemanfaatan TIK untuk guru dan kepala sekolah.

Ketua Umum Dharma Pertiwi Nanny Hadi Tjahjanto mengatakan, di pelatihan ini juga akan menggunakan aplikasi yang sudah dibuat oleh Pustekkom. Seperti rumah belajar, bank soal, kelas maya, dan TV Edukasi.

"Dalam era milenial saat ini dan penguasaan TIK akan sangat membantu dalam pembelajaran peserta didik di sekolah-sekolah dibanding masa lampau. Kecepatan dan jangkauan kegiatan pembelajaran akan sangat mungkin jauh melompat maju dengan penguasaan TIK,” kata Nanny.

Ia menuturkan, dengan pelatihan pemanfaatan TIK ini, diharapkan dapat membantu guru-guru menguasai TIK dan memberikan motivasi untuk terus memperdalam pengetahuan TIK agar tidak kalah oleh murid-muridnya yang memang sudah terbiasa dengan teknologi.***

Bagikan: