Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Sebagian cerah, 30 ° C

Akibat Sistem Zonasi, Semua Sekolah Belum Capai Kuota

Ani Nunung Aryani
ILUSTRASI sitem zonasi*/ANTARA
ILUSTRASI sitem zonasi*/ANTARA

CIREBON, (PR).- Hingga penutupan pendaftaran penerimaan peserta didik baru tingkat SMA pada Sabtu 22 Juni 2019, seluruh sekolah tidak memenuhi kuota yang ditetapkan. 

Sekolah yang kekurangan kuota terutama berada di zona B yaitu SMAN 4, 5 dan 7, juga berada di zona C yaitu SMAN 3, 8 dan 9. 

Sementara untuk sekolah yang terletak di zona A yaitu SMAN 1, 2 dan 6, kekurangan siswa hanya terjadi pada jalur keluarga ekonomi tidak mampu serta jalur perpindahan. 

Kekurangan siswa yang cukup signifikan terutama terjadi di SMAN 9, 8, 5, 7, juga 4. Bagi satu sekolah yang terletak di zona C, yaitu SMAN 3 kekurangan siswa tidak terlalu signifikan. 

Dalam website resmi PPDB SMA di Jawa Barat pada Minggu 23 Juni 2019, jalur zonasi jarak di SMAN 9 dari kuota 217 yang mendaftar hanya 91 orang, begitupun dengan jalur zonasi kombinasi yang sepi pendaftar yaitu dari kuota 60 namun yang mendaftar hanya 32 orang, jalur (KETM) hanya memiliki 45 pendaftar sementara kuotanya mencapai 79 pendaftar, jika ditotalkan dari tiga jalur lainnya maka SMAN 9 kekurangan 217 siswa. 

Kondisi serupa terjadi di SMAN 8 Cirebon, berdasarkan website resmi tersebut sekolah yang terletak di Kecamatan Lemahwungkuk ini kekurangan 201 siswa dari total enam jalur. 

Di SMAN 7 Cirebon pun terjadi kekurangan siswa sebanyak 116 orang. Sementara SMAN 5 merupakan sekolah yang paling banyak kekurangan kuota, yakni mencapai 274 siswa. Sementara di sekolah yang terletak di zona A, yaitu SMAN 1, pendaftar di jalur zonasi membludak hingga 352 orang sementara kuotanya 225 orang, sekolah ini hanya kurang di Jakut zonasi KETM yang memiliki kuota 82 namun pendaftar hanya 22, dan kurang pada jalur perpindahan yang kuotanya 20 namun pendaftar 18 orang. 

Kondisi serupa terjadi di SMAN 2 Cirebon, sekolah ini hanya kekurangan kuota pada jalur KETM di mana pendaftar nya 39 orang dan kuotanya mencapai 82 orang, serta jalur perpindahan di mana kuotanya 11 orang sementara kuotanya 20 orang.

Cukup signifikan

Wakil Kepala SMAN 7 Bidang Kurikulum, Wawan Muswana mengatakan, dibandingkan dengan tahun lalu, pada PPDB tahun ini kekurangan kuota tersebut cukup signifikan jika ditotalkan dari enam jalur yang tersedia.

"Kita kurang hingga 100 an kuota, masih lebih mending tahun lalu yang jika ditotal hanya kurang sekitar 10 siswa, tapi tahun ini sampai 100 an," kata Wawan.

Ia menambahkan, kekurangan kuota ini sudah diprediksi, sebab warga penduduk sekitar atau jalur zonasi pada tahun ini 90 persen, sementara tahun lalu hanya 50 persen.

"Sehingga tahun lalu, warga yang cukup jauh pun bisa diterima, begitupun dengan jalur NHUN yang komposisinya lebih besar dibandingkan tahun ini," tuturnya.

SMAN 7 sendiri berada di zona B yang masuk ke wilayah Kecamatan Kesambi, dan Kecamatan Kesambi merupakan satu-satunya kecamatan yang warganya bisa masuk ke seluruh zona, yaitu A, B dan C. 

Namun, meski masuk ke seluruh zona, warga sekitar hanya diperbolehkan mendaftar pada pilihan satu dan dua di zona yang telah ditetapkan dalam hal zona B, sementara pilihan ketiga bisa lintas zonasi.

"Zonasi ini memang bagus untuk pemerataan, meski hasilnya belum sempurna. Sekolah yang terletak di zona A sendiri kan hampir seluruh jalur terpenuhi kuotanya, dan khusus di beberapa jalur kelebihan kuota, nah nantinya mau dikemanakan siswa yang tersingkir. Apakah akan ada kebijakan PPDB gelombang dua atau bagaimana, kita belum tahu," tutur Wawan.

Tidak mengerti

Wakil Kepala SMAN 4 Cirebon, Yeni Nuriyani mengatakan, dari total kuota di enam jalur yang disediakan mencapai 385 orang, namun hingga hari terakhir pendaftaran yang terverifikasi hanya 310 orang.

"Yang terverifikasi atau pilihan pertama di SMAN 4 Cirebon ini hanya 319 orang, padahal kuota totalnya dari enam jalur mencapai 385 orang. Kita tidak mengerti kenapa bisa terjadi seperti ini, apakah karena pengaruh sistem zonasi atau bagaimana," kata Yeni.

Padahal, pada tahun lalu, sekolah yang terletak di Jalan Perjuangan ini sampai menolak siswa karena kelebihan kuota.

"Banyak sekali yang kita tolak pada tahun lalu karena saking banyaknya yang mendaftar, tapi tahun ini berbeda," ujarnya.

Ia menambahkan, pada pendaftaran PPDB hari pertama hingga ketiga, sekolah memang ramai pendaftar. 

"Animo itu tinggi hingga hari ketiga, tapi mungkin ada persyaratan yang tidak terpenuhi, misalnya kartu keluarga ada yang kurang dari enam bulan, intinya banyak kendala dari persyaratan yang tidak pas, sehingga pada akhirnya saat final kita hanya memverifikasi 310 orang saja," tuturnya.

Menurutnya, pihaknya belum tahu nanti saat pengumuman tiba yang jatuh pada 29 Juni mendatang apakah SMAN 4 menerima pelimpahan dari sekolah lain.

"Misalnya siswa yang tidak diterima di sekolah lain, dan pilihan kedua atau ketiganya ke SMAN 4, kita belum tahu," ujarnya.

Setelah pendaftaran PPDB SMA dibuka pada 17 hingga 22 Juni, tahapan selanjutnya adalah tes kompetensi yaitu bagi jalur prestasi non NHUN. Tes kompetensi ini akan berlangsung dari 24 hingga 26 Juni, dan pengumuman akan dilaksanakan pada 29 Juni mendatang.***

Bagikan: