Pikiran Rakyat
USD Jual 14.106,00 Beli 13.806,00 | Umumnya berawan, 20 ° C

Hampir 50 Persen Warga Sumedang Cuma Lulusan SD

Tim Pikiran Rakyat
FOTO ilustrasi siswi SD.*/ANTARA
FOTO ilustrasi siswi SD.*/ANTARA

SUMEDANG,(PR).- Sesuai data yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Sumedang, saat ini tingkat pendidikan masyarakat di Sumedang masih didominasi oleh lulusan sekolah dasar (SD). Bahkan menurut Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir, hampir 50 persen warga Sumedang itu tingkat pendidikannya masih lulusan SD.

"Hampir 50 persen warga Sumedang, pendidikannya lulusan SD," kata Dony, saat memberikan keterangan Pers di Media Center IPP Setda Sumedang, Rabu 19 Juni 2019.

Ironisnya, warga yang hanya lulusan SD dan SMP itu ternyata banyak yang bekerja sebagai buruh pabrik di sebuah perusahaan tekstil di kawasan industri, wilayah Kecamatan Jatinangor dan Cimanggung.

Kondisi ini, tentunya menjadi perhatian khusus bagi Pemkab Sumedang, karena bagaimanapun juga pemerintah memiliki kewajiban untuk mendorong masyarakatnya supaya bisa mendapatkan pendidikan yang layak sesuai dengan target Pemerintah Pusat.

Untuk memperbaiki tingkat pendidikan ini, kata Dony, maka Pemkab Sumedang akan terus mendorong agar semua masyarakat yang masih berpendidikan sampai SD supaya bisa mengikuti Program Paket B (setara SMP) dan paket C (setara SMA).

Program Paket B dan Paket C ini, diberikan secara gratis, hanya tinggal bermodalkan semangat serta kemauan masyarakat untuk mengikuti program pendidikan tersebut.

"Untuk tahun sekarang, Kabupaten Sumedang kebetulan mendapat kuota Paket B dan C dari Pemerintah sebanyak sepuluh ribu siswa. Ini kesempatan besar, untuk itu tolong manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik mungkin agar pendidikan masyarakat di Sumedang bisa lebih meningkat," ujarnya kepada wartawan Kabar Priangan, Taufik Rochman,

Terkait banyaknya warga lulusan SD dan SMP yang bekerja sebagai buruh pabrik, Dony, menjelaskan bahwa para buruh bersangkutan bakal didorong supaya bisa mengikuti program Paket B (bagi yang hanya lulusan SD) dan Paket C (bagi yang hanya lulusan SMP).

"Kami sudah intruksikan Dinas Pendidikan supaya melakukan upaya khusus agar buruh yang hanya memiliki izasah SD dan SMP itu bisa mengikuti program paket," katanya.

Ada peluang

Menurut laporan Kepala Dinas Pendidikan Sumedang Sonson Nurikhsan, sampai saat ini kuota Paket B dan Paket C itu baru terisi sekitar 4.000-an. Dengan demikian, masih ada peluang sebanyak 6.000 kuota lagi yang belum terisi.

Dijelaskan Sonson, dalam upaya menindaklanjuti banyaknya buruh yang masih berpendidikan SD dan SMP, pihak Disdik juga kini telah menggandeng serikat buruh supaya dapat membantu mengajak para buruh yang masih berijazah SD dan SMP untuk bisa mengikuti Paket B dan Paket C.

"Kami telah bekerjasama dengan serikat buruh, untuk membantu mendata siapa saja buruh asal Sumedang di serikatnya yang masih berijazah SD dan SMP," tutur Sonson.

Adapun untuk pelaksanaan teknisnya, selain mendata pendidikan para buruh yang tergabung di serikatnya, pengurus serikat buruh ini pun nantinya akan membantu untuk mengarahkan anggota mereka agar mau mengikuti program Paket B dan Paket C melalui Forum Kelompok Belajar Masyarakat (FKBM).

Bahkan untuk pelaksanaan kegiatan belajarnya, para buruh ini akan diberikan kebebasan untuk memilih apakah akan mengikuti Program Paket B dan C melalui FKBM yang ada di lingkungan kerjanya atau FKBM yang berada di wilayah tempat tinggal buruh bersangkutan.

"Yang jelas program paket ini terbuka untuk umum bukan hanya untuk kaum buruh saja. Namun khusus untuk buruh, kami akan berkomunikasi dengan pihak perusahaan supaya memberikan kelonggaran waktu bagi buruh untuk mengikuti program paket. Kami harap siapa saja yang belum memiliki ijazah SMP atau SMA, ayo manfaatkan kesempatan ini dengan cara mengikuti Program Paket B dan C," kata Sonson.***

Bagikan: