Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Umumnya berawan, 29.6 ° C

PPDB Sistem Zonasi Dikeluhkan Masyarakat

Tim Pikiran Rakyat
ILUSTRASI PPDB daring.*/ DOK. PIKIRAN RAKYAT
ILUSTRASI PPDB daring.*/ DOK. PIKIRAN RAKYAT

BANDUNG, (PR).- Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi soroti Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistem zonasi karena banyak keluhan masyarakat yang diterima olehnya. 

Dedi mengatakan, PPBD 2019 dengan sistem zonasi harusnya dipahami dari sisi aspek pemerataan kesempatan berpendidikan yang ujungnya adanya pemerataan distribusi akademis di seluruh wilayah.

“Tidak seperti yang terjadi selama ini, dimana orang yang memiliki kemampuan akademis dicetak oleh sekolah tertentu, yang memililki akses dan kemampuan finansial para peserta didik,” kata Dedi di Bandung, Selasa 18 Juni 2019.

Menurut Dedi, masih adanya cap sekolah favorit pada SMA tertentu, membuat banyak orangtua dan calon siswa berebut. Padahal, sistem zonasi menurutnya diterapkan agar memberi ruang pendidikan murah bagi siswa yang berada di lokasi terdekat. “Kenyataannya tidak begitu,” ujarnya.

Berkaca dari fenomena yang terjadi saat ini, Dedi menilai aspek regulasi harus dibenahi terutama agar tidak terjadi penumpukan saat pendaftaran. Menurutnya urusan pendidikan ini akan menjadi konsennya jika dilantik menjadi Anggota DPR RI mendatang. 

“Kualitas pendidikan harus diubah, Indonesia memahami pendidikan hanya urusan akademik murni bukan kemampuan seseorang mengembangkan minat dan bakat,” katanya kepada wartawan Galamedia, Anthika Asmara.

Dia menunjuk banyak negara yang pendidikannya sudah sangat maju sudah menempatkan minat dan bakat siswa sebagai prioritas pendidikan. Dedi menilai pemahaman akademik murni yang terjadi sekarang hanya menyuburkan lembaga les dan bimbingan belajar. 

“Diperlukan kualitas guru juga yang bisa membaca bakat dan minat siswa,” tutur Dedi.***

Bagikan: