Pikiran Rakyat
USD Jual 14.039,00 Beli 14.137,00 | Cerah berawan, 27.8 ° C

Kemenristekdikti Dorong Kurikulum Prodi Akuntansi Diperbarui

Dhita Seftiawan
ILUSTRASI.*/CANVA
ILUSTRASI.*/CANVA

JAKARTA, (PR).- Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi mendorong perubahan kurikulum pendidikan akuntansi sesuai tuntutan Revolusi Industri 4.0. Seorang calon akuntan harus dibekali kemampuan perangkat teknologi yang relevan sehingga bisa bersaing di tingkat global.

Menristekdikti Mohamad Nasir menegaskan, kemajuan yang cepat di bidang teknologiakan sangat berpengaruh terhadap pekerjaan seorang akuntan. Ia menyebutkan, seorang akuntan dituntut memiliki kompetensi yang mumpuni baik teknis akuntansi maupun teknologi yang mengiringi perkembangan akuntansi dunia.

Menurut dia, pada Revolusi Industri 4.0 seorang akuntan harus akrab dengan teknologi informasi, dan memahami big data yang menyimpan banyak informasi. Oleh karena itu, Menristekdikti mengimbau agar kurikulum program studidi akuntansi perlu dirancang kembali demi menghasilkan lulusan akuntan yang memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan.

“Saya sampaikan kepada semua Direktur Politeknik dan Ketua Program Vokasi yang hadir bahwa perguruan tinggi harus melakukan perubahan yang luar biasa untuk menghadapi tantangan di masa yang akan datang. Kurikulum prodi akuntansi harus dirancang kembali agar selaras dengan tuntutan revolusi industri 4.0 yang serba digital, kalau kita tidak berubah ke arah sana kita akan ketinggalan,” ucap Nasir dalam siaran pers di Jakarta, Rabu, 19 Juni 2019.

Ia menyatakan, Simposium Nasional Akutansi Vokasi (SNAV) ke-8 dan Olimpiade Akutansi Vokasi (OAV) ke-3 yang digelar belum lama ini harus menjadi momentum untuk merumuskan kembali kurikulum akuntansi. Lulusan produ akuntansi harus mengerti internet of thing, big data analysis dan menguasai information technology.

Direktur Politeknik Negeri Sriwijaya Ahmad Taqwa mengatakan, perbaikan kurikulum prodi akuntansi akan melibatkan berbagai termasuk pihak industri. Menurut dia, kurikulum akan diarahkan pada pemanfaat lulusan akuntansi yang sesuai dengan tuntutan saat ini dan masa depan.

“Bidang akuntansi merupakan bagian yang dibutuhkan untuk melengkapi bahkan bisa jadi pondasi dasar untuk membangun bangsa ini. Maka pendidikan vokasi dalam rangka mendekatrekatkan dengan industri di bidang vokasi ini tidak hanya di kampus induk dan juga kampus-kampus satelitnya,” kata Ahmad.***

Bagikan: