Pikiran Rakyat
USD Jual 14.106,00 Beli 13.806,00 | Sebagian berawan, 21.7 ° C

Data Real Time Sebagai Pengawasan PPDB

Dewiyatini
ILUSTRASI PPDB daring.*/ DOK. PIKIRAN RAKYAT
ILUSTRASI PPDB daring.*/ DOK. PIKIRAN RAKYAT

BANDUNG,(PR).- Prinsip Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang transparan dan akuntabel, sejatinya dapat diawasi dengan mudah oleh masyarakat. Adanya laman resmi PPDB yang berisikan data calon peserta didik yang telah terdaftar dan mengikuti seleksi menjadi jaminan transparansi tersebut.

"Tahun lalu, data sudah bisa real time. Bahkan masyarakat dapat memonitor langsung seleksi secara daring. Ini sebuah kemajuan. Seharusnya tahun ini, lebih baik lagi," kata Pengamat Kebijakan Publik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Cecep Darmawan,  Selasa 18 Juni 2019.

Penempatan data secara real time, akan memberikan kesempatan masyarakat untuk mengawasi pelaksanaan PPDB. Cecep menyebutkan masyarakat dengan mudah melihat adanya dugaan pelanggaran atau penyimpangan. 

Cecep berharap tahun ini, proses seleksi secara real time juga dapat dilakukan panitia PPDB. Ia mengatakan bentuk pertanggungjawaban panitia dan pemerintah dapat dilihat langsung oleh masyarakat. 

Cecep juga menilai, masih ada masyarakat yang kurang paham dengan PPDB yang tiap tahun selalu ada perubahan baik dalam aturan maupun istilah. Contohnya pada tahun ini, meski tetap dengan sistem zonasi, tapi penerapannya dii Jabar ada sebanyak 7 jalur yang dibuka. Karena tiga jalur utama memiliki beberapa subjalur. 

Ketua Komisi Informasi Jawa Barat, Dan Satriana menyebutkan Dinas Pendidikan Jawa Barat bersama panitia PPDB, harus mampu membuat evaluasi dan solusi secara harian. Ia mengatakan persoalan pendaftaran tiap harinya akan berbeda-beda. 

Misalnya, di hari pertama ini, para pendaftar datang ke sekolah tujuan "pasubuh-subuh". Hal itu terjadi karena mereka khawatir kehabisan nomor antrean. Selain itu, ada juga pemahaman waktu pendaftaran yang menjadi bagian seleksi. 

Padahal jika menilik Permendikbud No. 51 Tahun 2018 dan Petunjuk Teknis PPDB Jabar 2019, waktu pendaftaran menjadi prioritas untuk seleksi bila dalam kuota tersisa terdapat beberapa calon peserta didik yang memiliki jarak yabg sama. 

"Pemahaman tersebut harus disampaikan oleh pihak sekolah. Apalagi jangan sampai ada batasan nomor antrean selama pelayanan di jam kerja," ujar Dan Satriana.

Jangan membatasi

Ia mengatakan pihak sekolah tidak boleh melanggar hak dari calon peserta didik dengan membatasi waktu pendaftaran. Selain itu, sekolah juga harus membedakan waktu pendaftaran dengan input data. Pengambilan nomor antrean bisa saja dibatasi di jam kerja, tapi pelayanan dan input data terus berjalan hingga nomor antrean terakhir. 

Selain itu, kata Dan Satriana, untuk mencegah hambatan pelayanan, reset jaringan PPDB sebaiknya tidak dilakukan saat pelayanan. Bahkan jika memungkinkan operator input data harus diperbanyak jumlahnya sehingga mencegah terjadinya penumpukan berkas untuk diiput. 

Terkait hal itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Jawa Barat, Firman Adam mengatakan pihaknya terus mengevaluasi penyelenggaraan PPDB. Ia menyebutkan hasil evaluasi akan segera dicarikan solusinya sebagai koreksi. 

Berdasarkan pengamatan di lapangan, calon peserta didik didampingi orang tuanya datang ke sekolah tujuan jauh sebelum pendaftaran dibuka. Bahkan, ada yang datang pada pukul 6.00 WIB. Salah satunya, Yedi Supriadi yang mendaftarkan anaknya ke SMAN 1 Margahayu, Kab. Bandung. Yedi menyebutkan datang ke sekolah sekitar pukul 7.00 WIB.

"Karena berdasarkan informasi dari sekolah, pengambilan nomor antrean dibuka pada pukul 7.00 WIB. Kenyataannya nomor antrean sudah dibuka sejam sebelumnya," ujarnya.

Protes

Yedi dan beberapa orang tua lainnya memprotes tindakan sekolah. Protes itu direspon dengan menganulir pengambilan nomor antrean. Yedi mengatakan usai mendaftar, nama anaknya sudah ada di laman resmi PPDB Jabar: ppdb.disdik.jabarprov.go.id. Kendati demikian, Yedi masih mengkhawatirkan hasil seleksi. 

"Pihak sekolah meminta kami menunggu hasilnya pada 29 Juni 2019. Kami khawatir tidak bisa mengawasi proses seleksi bila hanya menunggu hasil nanti," ucapnya. 

Di SMAN 1 Lembang, Kab. Bandung Barat, para pendaftar sudah tiba di sekolah sejak pukul 6.00 WIB. HIngga pukul 10.30 WIB, baru sekitar 160 pendaftar yang dilayani hingga selesai. Padahal antrean sudah lebih dari 400 nomor. 

Menurut salah satu operator sekolah A. Rahmat, kemungkinan besar data pendaftar yang dapat diinput dalam satu hari sebanyak 250 orang. Rahmat juga mengatakan belum sampai 200 orang, server sudah lambat memproses input data. 

Di SMAN 9 Bandung, di hari pertama, terdapat 300 pendaftar yang datang. Menurut Wakil Kepala SMAN 9 Bandung Iwan Hermawan, pihaknya akan menginput data calon peserta didik hingga selesai. "Kemungkinan besar akan sampai malam proses input datanya," ujarnya.

Iwan juga mengatakan pihak sekolah tidak membatasi nomor antrean selama pengambilan nomor masih di jam kerja. Pihaknya menilai, mendaftar adalah hak masyarakat sehingga tidak perlu dibatasi.

Sementara itu, menurut keterangan beberapa orang tua calon peserta didik, di SMAN 8 Bandung, calon peserta didik harus kembali datang di hari kedua. Pasalnya, masih banyak pendaftar yang belum terlayani di pos verifikasi berkas. Padahal mereka sudah mengambil nomor antrean. 

"Kami yang memiliki nomor antrean di atas 150 harus kembali lagi besok menyelesaikan pendaftaran," katanya.***

Bagikan: