Pikiran Rakyat
USD Jual 14.027,00 Beli 14.125,00 | Cerah berawan, 28.6 ° C

Antrean Pendaftar PPDB SMA dan SMK Mengular Sejak Subuh

Catur Ratna Wulandari
PENDAFTARAN Peserta Didik Baru (PPDB) 2019/2020 SMA dan SMK di Bandung, Senin 27 Juni 2019.*/ ADE BAYU INDRA/PR
PENDAFTARAN Peserta Didik Baru (PPDB) 2019/2020 SMA dan SMK di Bandung, Senin 27 Juni 2019.*/ ADE BAYU INDRA/PR

BANDUNG, (PR).- Jumlah pendaftar hari pertama Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA dan SMK di Jawa Barat membeludak. Banyak pendaftar yang mengantre sejak subuh.

Kepala Sekolah SMAN 1 Cianjur Herman Topik mengatakan, pendaftar sudah berdatangan sejak pukul 4.00. "Kami sediakan fasilitas masjid. Ada juga yang dari jauh menginap di sekolah kami," katanya saat teleconference dengan Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum dan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dewi Sartika di Command Center Dinas Pendidikan Jabar, Senin 17 Juni 2019.

Pada hari pertama ini jumlah pendaftar yang mengambil antrean sudah sebanyak 680 orang. Sementara jumlah pendaftar yang bisa diinput ke sistem maksimal hanya 200 pendaftar. Sehingga antrean hari ini ada yang baru bisa diinput hari berikutnya.

"Isya Allah bisa selesai sampai hari terakhir (pendaftaran) tanggal 22 Juni," ujarnya.

SMAN 1 Cianjur tahun ini menerima 420 siswa. Sekolah juga menyediakan sekolah terbuka.

Tingginya jumlah pendaftar juga terjadi di SMAN 1 Kota Cirebon. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X yang meliputi Kota/Kabupaten Cirebon dan Kuningan Dewi Nurhulaela mengatakan, jumlah antrean di hari pertama ini sudah mencapai 500 orang. Sementara dengan operator sebanyak lima orang, input data hanya mampu sampai nomor 176. "Berikutnya dilanjutkan besok," ujarnya.

Kuota siswa baru SMAN 1 Kota Cirebon sebanyak 408 orang. Tahun lalu jumlah pendaftar mencapai 800 orang.

Di Kota Cirebon terdapat 9 SMA negeri dan 2 SMK negeri dengan data tampung sekitar 2.500 orang. Sementara lulusan SMP di sana mencapai 5.000 lebih siswa.

"Jumlah sekolah swasta di Kota Cirebon 25 sekolah, itu pun kecil-kecil. Kalau swasta biasanya ke kabupaten," katanya.

Di SMKN 1 Karawang, jumlah pendaftar yang mengambil nomor antrean sudah mencapai 865 orang. Sementara hari pertama ini input data yang bisa dilakukan sebanyak 300 orang. SMKN 1 Karawang memiliki kuota 684 siswa yang terbagi menjadi 24 rombongan belajar.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dewi Sartika mengatakan, tidak boleh ada penumpukan pendaftar. Ia berharap, pendaftar bisa menunggu di area yang aman dan nyaman.

"Kalau (hari ini) tidak mencukupi waktunya, besok dilanjutkan nomor antrean berikutnya," katanya. Ia mengatakan, kecepatan input dan verifikasi data bergantung pada jumlah operator yang melayani. Hal ini menjadi bagian evaluasi PPDB.

Dewi mengatakan, waktu pendaftaran tidak jadi penentu diterima atau tidak. Waktu pendaftaran hanya akan jadi pertimbangan jika jarak ke sekolah dan nilai pendaftar sama. "Itu kemungkinanannya kecil (untuk sama)," katanya.

Ia menjelaskan, selain input, juga ada tahap verifikasi. Tidak akan ada pendaftar yang tidak masuk sistem meski jumlahnya jauh melebihi kuota. Jika nama calon siswa belum terbaca di website, lantaran proses input dan verifikasi masih berjalan.

Sementara nama siswa yang diterima baru akan diterima pada saat pengumuman pada 29 Juni 2019. Setelah pendaftaran dan proses input dan verifikasi selesai, daftar nama pendaftar tidak akan berubah lagi.*** 
 

Bagikan: