Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Langit umumnya cerah, 17.1 ° C

Dinas Pendidikan Yakin Server PPDB Tidak Lemot

Tim Pikiran Rakyat
ILUSTRASI penerimaan peserta didik baru (PPDB).*/DOK. PRFM
ILUSTRASI penerimaan peserta didik baru (PPDB).*/DOK. PRFM

CILEGON, (PR).- Dinas Pendidikan Kota Cilegon merasa percaya diri (pede) dalam membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang menggunakan sistem online khusunya untuk jenjang sekolah menangah tingkat pertama (SMP). Demikian dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kota Cilegon Mukhtar Ghajali, Sabtu 15 Juni 2019.

“Untuk PPDB mudah-mudahan sistem IT kita tidak terganggu seperti tahun kemarin karena kami bekerja sama dengan PT Telkom,” katanya kepada wartawan Kabar Banten, Himawan Sutanto.

Dia mengatakan, target dalam PPDB yang dilaksanakan oleh Kota Cilegon adalah 2.300 siswa yang terbagi dalam beberapa zonasi dan 11 sekolah. Walaupun mengunakan sistem dalam jaringan (daring), pemberlakukan zonasi merupakan salah satu syarat yang harus diikuti oleh sekolah tersebut.

“Walau pelaksanaan PPDB melalui sistem dalam jaringan, kami tetap menggunakan zonasi. Bagi kami adalah aturan yang sudah standar dan ditetapkan oleh pemerintah harus diikuti, jangan sampai tidak dan diabaikan,” ujarnya.

Disinggung mengenai sejumlah daerah yang tidak ada sekolah negeri setingkat SMP, Mukhtar menjawab,berdasarkan hasil rapat kesepakatan, hal itu sudah dibahas dan diperoleh bisa ke sekolah lain yang jaraknya cukup dekat.

‘Misalnya di Kec.Purwakarta, apakah bisa ke Kec.Jombang atau Kec.Grogol lihat jarak tempuhnya saja yang dekat.Intinya segala permasalahan pada tahun kemarin hasil evaluasi mengenai server yang lemot, mudah-mudahan tahun ini dapat diatasi,” tuturnya.

Harus transparan

Sementara itu, anggota Komisi DPRD Kota Cilegon Badar Gumelar mengatakan, pihaknya meminta kepada Dinas Pendidikan agar jangan sampai ada warga Cilegon yang tidak terakomodir untuk melanjutkan sekolah dari tingkat SD ke SMPN.

“Artinya dalam sistem zonasi juga perlu dilihat sesuai dengan kebutuhan, kemudian jangan sampai juga ada opini yang berkembang mengenai titipan siswa atau titipan siapa. Sehingga dalam proses PPDB nantinya akan transparan,” ucapnya.

Satu hal yang perlu dilakukan oleh dindik, kata Badar, adalah mengenai server, sehingga dalam pelaksanakaan PPDB secara dalam jaringan tidak mengalami kendala. Apalagi, dengan jumlah target pendaftaran melalui sistem dalam jaringan mencapai ribuan.

“Tahun kemarin kami mencatat aduan dari masyarakat terkait dengan sistem zonasi dan daring atau yang dikenal dengan online. Hal itu mendapat perhatian khusus,dan kami akan melakukan pengawasan dan pengawalan PPDB untuk tahun ini,” ungkapnya.***

Bagikan: