Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 22.8 ° C

Temukan Jual Beli Kursi Siswa, Segera Laporkan Polisi

Tim Pikiran Rakyat
ILUSTRASI penerimaan peserta didik baru (PPDB).*/DOK. PRFM
ILUSTRASI penerimaan peserta didik baru (PPDB).*/DOK. PRFM

SERANG,(PR).- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Banten menegaskan  pada proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) tidak ada jual beli kursi untuk tahun ajaran 2019/2020. Pihaknya juga meminta kepada masyarakat yang menemukan praktik tersebut untuk segera melaporkan ke pihak berwajib dalm hal ini Kepolisian.

"Kami tidak akan mentolerir oknum yang melakukan jual beli kursi PPDB 2019. Saya pastikan tidak akan ada yang namanya jual beli kursi. Kalau ada itu oknum untuk segera melaporkan ke polisi. Kita tidak akan mentolerir oknum yang mengatasnamakan seseorang atau  nama lembaga manapun, karena titip-titipan itu tidak ada jadi silakan laporkan saja," kata Pelaksana Tugas (Plt) Sekertaris Disdikbud Banten, Ujang Rafiudin, di Disdikbud Banten, Jumat 14 Juni 2019.

Selain itu, Ia mengatakan, proses  PPDB akan dibuka pada 17-24 Juni mendatang, untuk 23 dan 24 Juni merupakan masa verifikasi. Sedangkan pengumuman penerimaan akan dilaksanakan 29 Juni mendatang.

"Kami juga sudah membahas Petunjuk Teknis (Juknis) untuk diberitahukan kepada pihak sekolah. Pendaftaran akan dibuka pada 17-24 Juni mendatang, pada PPDB tahun ini menerapkan zonasi untuk SMA dan SMK menggunakan jalur umum tetap onlien, serta menerapkan dua sistem yakni sistem online dan luring (offline)," kata Ujang.

Ia mengatakan, untuk PPDB kali ini menggunakan dua cara yakni berbasis dalam jaringan onlien dan langsung menyambangi sekolah yang dituju offline. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi membludaknya kunnjungan pada website PPDB.

“Intinya jika ada calon siswa yang kurang mampu dan di daerahnya terdapat sekolah favorite itu wajib diterima. Sebaliknya kalau ada yang memaksakan tapi bukan dalam zonasinya kita sudah intruksikan untuk ditolak,” ujarnya kepada wartawan Kabar Banten, Denis Asria.

Ia mengatakan, kuota pada PPDB yakni untuk SMA 36 siswa sedangkan untuk SMK  maksimum 36 siswa per program studi. Untuk sekolah baru itu minimal tiga rombel dan sekolah lama itu maksimal 12 rombel. 

"Persiapan sudah 95 persen, tinggal pelaksanaannya saja. Pembatasan menggunakan sistem zonasi dilakukan untuk memberikan ruang sebanyak-banyaknya kepada sekolah swasta agar tidak tutup lantaran tidak kebagian siswa. “Jangan sampai tutup lah. Kita juga telah instruksikan ke SMA/SMK untuk melakukan pendataan calon siswa yang masuk zona, misalnya SMA 1, berapa SMP yang deket situ di data berapa yang masuk harus dicantumkan,” katanya.***
 

Bagikan: